KANG HEBRING: "Hayuk kita basmi 'si kuman dan virus'..."

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu Burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan virus H1N1. Banyak pihak telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang mudah, Wayang goleksederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas, setelah diintervensi dengan CTPS.
    Namun demikian, konsekuensinya terhadap kesehatan belum sepenuhnya dipahami masyarakat secara luas, dan praktiknya pun masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa  ISPA dan diare masih ditemukan dengan persentase tertinggi pada anak usia di bawah lima tahun yaitu 43% dan 16% . Demikian pula perilaku CTPS yang tidak benar masih tinggi ditemukan pada anak usia 10 ke bawah. Karena anak pada usia-usia tersebut sangat aktif dan rentan terhadap penyakit, maka dibutuhkan peningkatan kesadaran dan perubahan perlilakumasyarakat sehinggi disadari akan pentingnya CTPS dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium untuk menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang.
Hal ini sejalan dengan hasil survey yang mengatakan bahwa dengan praktik cuci tangan pakai sabun yang benar akan menurunkan diare sebesar 47 %. Sementara Profil Kesehatan Indonesia mengatakan bahwa kematian anak berusia di bawah 3 tahun 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya  yang merupakan salah satu penyebab utama kematian anak (penyebab lainnya adalah ISPA dan komplikasi sebelum kelahiran). Ini berarti bahwa cuci tangan adalah perilaku sederhana yang berdampak luar biasa dan dapat menghindarkan kematian. Sementara, berdasarkan hasil survey ICSD tahun 2013 di salah satu kota di Jawa Barat ditemukan bahwa hanya 6,25% siswa sekolah dasar yang mengetahui cara mencuci tangan yang benar. Sementara, hasil survey perilaku CTPS di Indonesia terhadap 5 waktu penting CTPS juga menunjukkan hasil yang sangat rendah yaitu: 12% setelah ke jamban, 9% setelah menceboki anak, 14% sebelum makan, 7% sebelum memberi makan anak, dan hanya 6% sebelum menyiapkan makan.”
Juara I-Lomba Lingkungan Sehat_Jabar
      UPAYA PENINGKATAN CTPS DI JAWA BARAT
Di Provinsi Jawa Barat, peningkatan perubahan perilaku dalam hal CTPS ini diintegrasikan dalam strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Secara operasional dilaksanakan melalui peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga dengan mengedepankan peran dan potensi semua pihak, termasuk kader dasawisma, PKK dan anak- anak sebagai agent of change.
Hal lain, pada tahun 2013 pertama kalinya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melaksanakan lomba Lingkungan Sehat STBM dengan katagori karya tulis untuk anak tingkat Sekolah Dasar. Terpilih 1 orang terbaik yang selanjutnya diikutkan ke pemilihan di tingkat nasional, yaitu Dinda Pramesti dari SDN Galihpawarti Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa semangat CTPS sudah mulai dibangun sejak dari anak-anak. Intervensi lain juga dilakukan oleh ICSD melalui gerakan CTPS di 6 kabupaten/ kota di Jawa Barat yaitu Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kabupaten Cirebon. Sasarannya menjangkau 180.000 siswa sekolah dari 600 SD dan 30.000 orang kader posyandu serta 600 orang dari unsur PKK.
Upaya lain untuk meningkatkan perilaku CTPS secara intensif selama 5 tahun terakhir juga sudah dilakukan di 244 desa dan 645 dusun intervensi di 5 kabupaten yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Subang, Sumedang dan Kuningan. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan kampanye PHBS dan gerakan CTPS yang dimulai dari kalangan anak sekolah kemudian meluas ke segmen masyarakat lainnya. Tercatat terjadi peningkatan perilaku CTPS di seluruh masyarakat dan dinyatakan bahwa terdapat 562 dusun yang sudah mengadopsi CTPS (87%) atau jika di estimasikan dengan jumlah penduduknya, maka ada 893.227 orang yang mengadopsi CTPS.
Komitmen Jawa Barat untuk menggerakkan 5 pilar STBM dengan pemberdayaan masyarakat termasuk dalam hal CTPS sudah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat tanggal 5 September 2013 melalui kampanye budaya angklung dan wayang Kang Hebring.
Kang Hebring
    Penasaran dengan wayang Kang Hebring? Wayang ini sengaja dibuat sebagai bagian dari publikasi STBM di Jabar. Siapa tidak kenal wayang golek, Kang Hebring di desain dengan muka jenaka, berteman dengan Cepot dan wayang lainnya. Diceritakan sebagai sosok yang semula buang air besar sembarangan dan tidak CTPS tetapi kemudian sadar dan memperbaiki perilakunya serta mengajak para penonton pagelaran wayang untuk mengikutinya. Gayanya tidak menggurui, lewat sindiran dan obrolan ringan masyarakat penonton diajak tertawa dan tentu saja merasa tersindir untuk yang masih perilakunya jelek. Kang Hebring bahkan santai saja waktu dialog dengan gubernur atau saat ngobrol dengan pejabat lain sewaktu KSAN 2013 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di Kabupaten Bandung, Kang Hebring juga tampil merayakan HCTPS di Lapangan Barujati Ciparay bersama dengan wayang lain yang diberi nama ‘si kuman dan virus’. Tampilan wayang lainnya ini lebih kusut, si kuman dengan rambut acak-acakan dan gaya slebor tentunya tidak suka dengan CTPS, walaupun akhirnya, dalam cerita dia dikalahkan oleh si Hebring dan Cepot yang memeranginya. Penonton yang tidak hanya terdiri dari orang dewasa  tetapi sebagiannya adalah anak-anak ini tampak terhibur.
    Ya, Kang Hebring memang tampil di event yang lebih diarahkan untuk kekompakan keluarga, didalam berbagai games seperti games CTPS online, gerak jalan dan games CTPS, lomba menghias tempat cuci tangan, sampai besama membubuhkan cap tangan dalam spanduk panjang sebagai bentuk komitmen untuk gerakan CTPS.
Kehadiran Kang Hebring tentunya sudah menambah suasana berbeda dibandingkan perayaan HCTPS lainnya, lewat dalang Dede Amung.
Gerakan CTPS di Kabupaten Bandung itu sendiri sudah sejak tahun 2012 disosialisasikan oleh Program Selaras dari Save The Children dan dipantau khusus dikaitkan dengan upaya penuruAktivitas_Kegiatan CTPSnan Angka Kematian Bayi Baru Lahir bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung. Sehingga selain sasaran yang tadi sudah di sebutkan, PHBS dalam rangka peningkatan perilaku  CTPS juga dilakukan kepada para paraji, tenaga kesehatan, ibu hamil dan ibu yg memiliki anak kurang dari 1 tahun serta masyarakat luas termasuk anak sekolah. Kegiatannya mencakup di 46 desa di 4 kecamatan dengan total penduduk diintervensi sekitar 420.000 jiwa. Upaya yang dilaksanakan lebih kearah peningkatan pengetahuan.
Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun yang setiap tanggal 15 Oktober serentak diperingati di dunia,  pada tahun 2013 ini menginjak peringatan yang ke-VI dengan mengusung tema “Tanganku Bersih, Hidupku Sehat”, diharapkan mampu menjadi semangat dalam perubahan perilaku yang lebih baik sehingga tercapai masyarakat Jawa Barat yang sehat. (rin)
  Penulis:   Rin Dwi Septarina (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat)

Comments