Rakyat SUBANG Maju, SUBANG Gotong Royong, menuju KABUPATEN ODF

Subang_Bupati_SubangKonsistensi Kabupaten Subang dalam mengembangkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Jawa Barat agaknya tidak diragukan lagi. Pengembangannya tidak hanya dilaksanakan oleh jajaran kesehatan saja tetapi juga melalui paduan program lain seperti penuntasan rumah tidak layak huni yang diselaraskan dengan pembangunan desa mandiri gotong royong (DMGR). Pada tanggal 23 Desember 2013 Bupati Subang, H. Ojang Sohandi, menunjukkan komitmennya dengan mendeklarasikan 42 desa yang sudah ODF (open defecation free) atau stop buang air besar sembarangan (SBS). Total desa seluruhnya yang sudah ODF menjadi 92 desa.
Deklarasi ini ditandai dengan pembubuhan tandatangan oleh seluruh kepala desa disaksikan oleh Bupati, Wakil Bupati, ketua DPRD, kepala instansi dan karyawan di lingkungan pemda Subang serta perwakilan masyarakat. Acara bersamaan dengan peringatan hari ibu, dikemas dengan pagelaran seni sunda longser yang lucu dengan pesan kesehatan yang menggelitik dan menggambarkan peran wanita dalam sanitasi, juga ada paduan suara dan angklung. Mars laskar sanitasi juga tidak ketinggalan dinyanyikan dengan aransemen yang unik dan sedikit berbeda dari aslinya.
dr. Budi Sugiantoro, Kepala Dinas Kesehatan Subang mengatakan bahwa upaya agar masyarakat stop buang air besar ini merupakan salah satu upaya menurunkan angka kesakitan diare. Subang_PenandatanganDiare di Subang masih merupakan 10 besar penyakit di Puskesmas dan rumah sakit, bahkan menimbulkan balita meninggal. Aksi nyatanya adalah dengan metoda ‘pemicuan’ yang membuat masyarakat sadar bahwa jamban sehat penting dan tidak ada subsidi dalam pembangunannya.
Artinya uangnya 100% dari masyarakat. Tahun 2012 di Subang baru 1 kecamatan yaitu Ciater yang ODF, sekarang total sudah 92 desa mendeklarasikan.
Program STBM ini juga disambut gembira oleh Ir. Beni Rudiono, Ketua DPRD Subang dan akan mendukung sepenuhnya karena ini merupakan nilai harga diri masyarakat Subang. Subang_KesenianSelain jadi biang penyakit, di Subang jangan ada lagi yang ‘dolbon’, ‘dolsol’ dan ‘doli’. Beni mengatakan, STBM perlu terus di gebyarkan acara demi acara seperti juga yang sudah dilaksanakan di lokasi lain seperti di Compreng, Jatimulya.
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan tidak hanya prestasi Dinas Kesehatan, tetapi termasuk juga keberhasilan para kepala desa, camat dan masyarakat, demikian disampaikan Bupati Subang. Lebih jauh dikatakan bahwa program ini terutama cocok untuk diterapkan di wilayah pantura Subang karena masih ada juga masyarakat yang sudah punya jamban tetapi hanya diperuntukkan bagi tamu saja, sementara pemiliknya masih buang air besar sembarangan.
Karena itu, Bupati Subang menegaskan, kegiatan seperti ini bukan saja gerakan kesehatan tetapi secara keseluruhan merupakan gerakan masyarakat. Subang_tim subangDiharapkan tidak terfokus untuk mengejar kuantitas akan tetapi lebih baik lagi dengan kualitas. Subang bertekad akan wujudkan menjadi kabupaten kedua di Indonesia setelah Pacitan yang 100% masyarakatnya mengakses jamban di tahun 2015.
Wakil Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih juga menambahkan akan dibuat edaran Bupati yang mendukung agar STBM dilaksanakan serentak sebagai bagian dari penataan kabupaten.
Semoga gerakan masyarakat ini terus bergulir di masyarakat Jawa Barat dan ini menjadi bukti tindak lanjut atas komitmen Gubernur Jawa Barat tentang peningkatan sanitasi yang sehat yang sudah dicanangkan pada tanggal 5 September 2013 di Saung Angklung Udjo bersama seluruh bupati dan walikota.
Penulis :    Rin Dwi Septarina, M.Kes (Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Jabar)

Comments