Jambore Sahabat Air dan Sanitasi, Ajarkan Siswa Peduli Sanitasi

Ratusan siswa dari 36 sekolah di Jakarta bergabung dengan komunitas yang dinamakan Sahabat Air dan Sanitasi (SAS). Melalui komunitas ini anak-anak diajarkan untuk peduli dan menjaga kondisi sanitasi dan air minum.

FOTO Untuk Tulisan Jambore SAS IPagi itu, suasana Taman Wiladatika, Cibubur begitu terasa berbeda. Pasalnya, dari kejauhan suara riuh teriakan anak-anak sekolah dasar sudah terdegar jelas “Sanitasi Yes, SAS Yes” demikianlah ungkapan yang mereka ucapkan.  Bahkan, di depan gedung Widya Mandala, sejumlah majalah dinding hasil kreasi para Sahabat Air dan Sanitasi pun telah terpampang menghiasai pelataran ruangan.

Hening Darpito, Ketua I Forum Komunikasi Pengelolaan Kualitas Air Minum (FORKAMI) mengatakan, sejak pagi anak-anak sudah terlihat sangat antusias untuk mengikuti acara Jambore Sahabat Air dan Sanitasi yang diadakan pada 28-29 Januari 2014 ini.

Komunitas SAS sendiri dibentuk oleh FORKAMI  sejak tahun 2009. Hingga akhir  2013 sendiri,  telah ada sebanyak 189 siswa dari 36 sekolah dasar di Jakarta yang tergabung dalam komunitas tersebut.

Menurut Hening, acara Jambore Sahabat Air dan Sanitasi ini diadakan dalam rangka evaluasi dari pembelajaran yang sudah diberikan kepada para SAS. Di mana, setiap minggunya para SAS  selalu diberikan materi di sekolah mereka. “Setidaknya, 1 minggu 2 kali para fasilitator kami akan mengunjungi anak-anak di sekolah untuk memberikan berbagai macam materi terkait menjaga kondisi air dan sanitasi,” ujarnya Hening disela-sela acara.

Adapun materi yang diberikan seperti tidak boleh buang sampah sembarangan, tidak boleh buang air besar maupun besar sembarangan, serta tentang pentingnya menjalankan hidup bersih dan sehat contohnya dengan rajin melakukan kegiatan cuci tangan pakai sabun. Foto tulisan Jambore SAS (2)“Bukan hanya itu saja, kami juga mengajarkan anak-anak untuk mengolah sampah dengan baik dengan memberikan materi tentang membuat prakarya dari sampah, seperti membuat kalung dari koran bekas,” jelasnya.

Hening menyampaikan, melalui kegiatan ini pihaknya berharap kedepannya pengetahuan anak-anak akan sanitasi akan semakin bertambah. Selain itu, dengan adanya acara ini rasa percaya diri para anggota SAS juga diharapkan dapat semakin bertambah, terutama dalam melakukan kegiatan  kampanye jaga air dan sanitasi kepada orang lain. “Sebab, dalam acara ini para SAS akan diminta untuk  menampilkan berbagai pertunjukkan dari mulai pertunjukkan boneka, tarian peduli air, hingga drama tentang pentingnya menjaga kondisi sanitasi,” terangnya.

Sementara itu, Susilowati, Guru dari SDN Sumur Batu 12 mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang sekolahnya bisa bergabung dalam komunitas SAS. Alasan utamanya karena dengan mengikuti  komunitas ini para siswa SDN Sumur Batu kini jadi lebih peduli lingkungan. “Sebagaian besar dari mereka sekarang tidak lagi buang sampah sembarangan dan kami juga telah menjalankan piket untuk membersihkan toilet sekolah agar tetap bersih dan nyaman digunakan,” katanya pada acara pembukaan Jambore Sahabat Air dan Sanitasi (28/1).

Rasa senang bisa bergabung dalam komunitas SAS juga disampaikan oleh Vanya siswa SDSN Kayu Putih 09 Pagi. Vanya mengungkapkan, dirinya sangat senang bisa terpilih dan bergabung dalam komunitas SAS ini. “Selain nambah pengetahuan, SAS juga banyak nambah pengalaman aku contohnya ya seperti ikut acara Jambore Sahabat Air dan Sanitasi ini, bisa tambah ilmu dan nambah teman,” tuturnya.

Penulis: CMH

Comments