Cegah Diare Saat Banjir, Pemerintah di Sejumlah Daerah Himbau Warga Untuk CTPS

Foto Untuk Artikel Cegah Diare Saat BanjirBukan hanya  menimbulkan kerugian materi, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia saat ini juga mendatangkan penyakit. Diare ialah satu penyakit yang kerap timbul pada kondisi seperti ini. Maka dari itu wajar rasanya bila pemerintah di sejumlah daerah kini gencar mengimbau warganya untuk waspada akan penyebaran penyakit tersebut.

Dikutip dari situs resmi pemerintah provinsi Jambi, pada kunjungan lapangannya ke lokasi banjir di Desa Pitas Tuo, Kabupaten Tebo, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus menyatakan bahwa pihaknya telah mengintruksikan Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) agar cepat tanggap terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Selain itu, pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir pihaknya juga tidak lupa meminta agar warga selalu waspada akan penyebaran penyakit yang biasa menyerang layaknya diare maupun penyakit lainnya seperti demam berdarah dan penyakit kulit.

Dalam menanggulangi penyakit diare, pemerintah Jambi sendiri telah mengimbau  warga agar selalu menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti melakukan kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Hal yang sama dalam mengimbau warga untuk melakukan PHBS juga dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Di beberapa media online, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dien Ernawati mengatakan, walaupun banjir 2014 ini jumlah penderita diare tidak sebesar pada 2007, namun pihaknya tetap menghimbau warga untuk melakukan PHBS, diantaranya seperti tidak buang sampah sembarangan dan rajin melakukan kegiatan CTPS.

Menurutnya, dari hasil pantauan di rumah sakit seluruh Jakarta, status diare saat ini masih terkendali. Di mana, dari 25 ribu komponen penyakit pasien yang berobat, diare hanya 145 kejadian. “Walau demikian kami tetap mengingatkan warga untuk selalu hidup sehat dan bersih, salah satunya dengan rajin melakukan kegiatan cuci tangan pakai sabun. Pasalnya CTPS telah terbukti dapat membunuh bakteri, sehingga diare pun tidak terjadi,” terangnya pada acara kampanye “ Aksi Anti Kuman” Jakarta (24/1).

Sementara itu, Wida Indrayanti, Koordinator Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Provinsi Bali menerangkan bahwa CTPS memang salah satu kegiatan PHBS yang terbukti dapat menurunkan diare. “Saat ini,  masyarakat Bali pun telah banyak yang melakukan kegiatan ini, terutama masyarakat di desa yang telah melakukan program STBM,” ungkapnya.

Wida menjelaskan, dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat terutama pilar II SRBM ini pemerintah provinsi Bali telah melakukan sejumlah pemicuan, diantaranya dengan melakukan kampanye kegiatan CTPS di sekolah-sekolah, terutama pada taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang ada di provinsi Bali.

“ Bukan hanya itu saja, pemicuan CTPS juga dilakukan melalui perlombaan, contohnya pada tahun 2013 lalu Kabupaten Karangasem mengadakan lomba CTPS yang digelar bertepatan pada pameran pembangunan,” jelas Wida.

Efektivitas kegiatan CTPS dalam menurunkan kejadian diare ini juga telah disampaikan oleh lembaga kesehatan dunia, WHO (World Health Organization). Dalam studinya pada 2007 WHO menunjukkan bahwa perilaku CTPS dapat menurunkan hingga 45% kejadian diare, sehingga tidak perlu diragukan bahwa CTPS merupakan cara mudah dalam mencegah penyebaran diare.   <CMH>

Comments