Lomba TTG STBM Tampilkan Beragam Inovasi Menarik di Bidang Sanitasi

Hingga kini sebagian besar orang masih beranggapan bahwa sesuatu yang berbau teknologi identik dengan biaya tinggi alias mahal. Hal ini ternyata tidak benar, buktinya ke lima belas finalis lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) STBM di Perkotaan berhasil membuktikan bahwa ada banyak teknologi yang bisa diciptakan dengan memanfaatkan bahan lokal yang tentunya murah dan terjangkau.

3_Finalis Pengusul Teknologi Destilator Berfoto Bersama Mission Director USAIDPerlombaan TTG STBM  ini dibagi menjadi 5 sub tema yang disesuaikan dengan 5 pilar dalam STBM. Pada pilar I tentang Stop BABS ada tiga tim yang mendaftar. Salah satunya ialah Abie Wibowo dan tim yang membuat Biofilter Murah dari Sampah. Tim tersebut melakukan modifikasi sistem biofilter dengan menggunakan media sampah plastik.

Sementara di pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ada tiga tim yang bertanding, salah satu ialah Indrawan Cahyo Adilaksono dan tim yang membuat inovasi Kran Misuh “Kran Modifikasi Gawe Wisuh” yang menampilkan kran cuci tangan dengan penambahan sabun secara langsung. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan CTPS.

Pada Pilar 3 Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) ada tiga tim juga yang berlomba, diantaranya ialah Stella Candra dan Tim menampilkan Destilator Vacuum Tenaga Surya yang digunakan sebagai alat pengolahan air laut dengan sistem destilasi dan lensa bersusun untuk menjadi air minum.

Di Pilar 4 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) ada empat tim yang salah satunya adalah Bagus Pramudito dan Tim yang membuat Teknologi Pengolahan Sampah Plastik, di mana dengan teknologi ini sampah akan diubah menjadi bahan bakar berupa minyak dan gas untuk keperluan rumah tangga.

Sedangkan di Pilar 5 Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PCLRT) ada dua finalis yang menampilkan dua inovasi, salah satunya ialah Kolam Sanitasi Mini dengan modifikasi kolam sanitasi di lahan terbatas yang ditampilkan oleh M.Aziz. Dengan demikian ada 15 tim yang bertanding dalam TTG STBM di mana semua teknologi tersebut telah diujicobakan selama  kurang lebih 3 bulan yaitu dari akhir 2013 hingga Maret 2014.

Terkait dewan juri dalam kompetisi ini dewan juri terdiri dari berbagai pihak, mulai dari perwakilan pemerintah pusat, akademisi, hingga asosiasi. Diantaranya ialah Prof. Umar Fahmi Achmadi (UI), Prof. Lieke Riyadi (UBAYA), Ir. Rahim Siahaan (PUSKIM PU), Ir. Rudi Yuwono (IATPI), Soedjono Soehandoko (HAKLI), Yuyun Ismawati (Bali Fokus), Sakariza Hemawan (BNI), dan Nana Suryana (Yayasan INOTEK). Adapun kriteria yang akan dinilai ialah kesesuaian dengan pilar STBM, keterjangkauan dan realistis.

Penulis:  Ewinur (High Five)

Comments