Belajar PHBS Melalui Games Menarik

Dalam waktu dekat ini Komunitas Sahabat Air dan Sanitasi (SAS) besutan FORKAMI baru saja mengadakan acara Jambore Sanitasi yang bertempat di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur.

Dengan tema “Lestari Airku, Lestari Bumiku, Sehat Badanku, Sehat lingkunganku” sebanyak lebih dari 189 siswa sekolah dasar di Jakarta turut serta meramaikan acara yang diadakan pada 28-29 Januari 2014 lalu.

Novi, Koordinator Fasilitator FORKAMI menerangkan, bahwa acara ini akan dipenuhi dengan serangkaian acara menarik. Mulai dari pemutaran video, pertunjukan yel-yel SAS, pertunjukan boneka, operet sanitasi, nyayian dan tarian bertajuk peduli sanitasi dan sampah, hingga berbagai permainan edukasi yang pastinya dikemas semanari mungkin.

3_Belajar_PHBS “Tujuan kegiatan ini dibuat semenarik mungkin agar para Sahabat Air dan Sanitasi (SAS) ini bisa belajar sampai bermain, sehingga mereka tidak jenuh dan bosan dalam menerima penyuluhan dari kami,” terangnya.

Novi menjelaskan, pada permainan edukasi “Distribusi Air” para peserta akan diajak untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait PHBS, sanitasi dan hemat air. ”Melalui games ini  kami berharap anak-anak akan lebih paham dan jelas bagaimana cara menghemat air, bagaimana menjaga kondisi sanitasi, serta apa saja manfaat PHBS,” jelas Novi

Selain itu, Novi menambahkan, melalui acara ini para peserta ini juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan. “Kami mereka bisa lebih hebat lagi dalam melakukan kampanye hidup bersih dan sehat kepada orang banyak, baik itu keluarga maupun teman-temannya, ” jelas Novi.

Kemasan acara yang menarik ini ternyata tidak sia-sia, bahkan sebagian besar peserta Jambore Sanitasi mengaku bahwa mereka sangat gembira bisa bergabung dan mengikut acara ini. “Aku senang banget, disini banyak temen. Selain itu, aku juga bisa jalan-jalan,” kata Naufal  siswa SDN Cengkareng 22 Petang.

Saat diwawancara oleh Tim WSP, anak lelaki usia 11 tahun ini mengaku, semenjak bergabung dan dipilih guru untyk jadi SAS perwakilan sekolah telah banyak manfaat yang dia terima. “Saat ini pengetahuam aku tentang kebersihan dan sampah semakin bertambah, aku juga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Bahkan, kalau dirumah aku juga suka mengingatkan adik untuk tidak buang sampah sembarangan,” akunya.

Sementara itu, Raufal siswa dari SDN Cengkareng Timur 05 Pagi mengatakan, dirinya sangat antusias sejak ada pemberitahuan bahwa dirinya akan ikut serta pada acara Jambore Sanitasi. “Banyak yang bisa aku dapat disini, teman baru, pengalaman baru,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan ada penyuluhan dan pemberian materi dari kakak-kakak fasilitator saat ini dia dan teman-temannya sudah bisa membuat kompos dengan keranjang takakura “Kami juga sudah bisa buat prakarya dari barang bekas seperti boneka dari koran bekas dan hiasan meja dari sisa stik es krim,” jelasnya.

Lebih lanjut, Raufal menambahkan, buka hal mudah menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kegiatan sehari-hari. Apalagi, sebagai anggota SAS dirinya juga diwajibkan untuk bisa menularkan PHBS ke teman-teman di sekolah.  “Terkadang masih ada teman yang marah kalau aku ingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan, walaupun begitu aku tetap senang bisa bergabung disini” ujarnya.

Bukan hanya anak-anak yang mengaku senang dengan acara ini, para wali murid dan guru juga merasakan hal yang sama. Mulyadi, Guru SDN Tanjung Barat 09 Pagi mengaku sangat senang sekolahnya bisa bergabung di komunitas SAS.

Dengan berbagai pengetahuan tentang sanitasi, air, dan perilaku hidup bersih ini kini para siswa SDN Tanjung Barat 09 Pagi jadi lebih teratur, misalnya tidak lagi buang sampah dikolong dan juga  telah bisa membedakan jenis sampah. Bahkan, mereka sudah dapat memanfaatkan sampah menjadi barang berguna membuat gantungan kunci, hingga tas tangan. “Maka dari itu saya berharap kedepannya akan semakin banyak acara seperti ini yang menyenangkan sekaligus mendidik” pungkasnya mengakhiri perbincangan. <CMH>

Comments