Penerapan 5 Pilar STBM di Kabupaten TTU dan TTS Berhasil Raih MDGs Award

Kesuksesan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dilakukan berkat kerjasama Plan Indonesia dan pemerintah Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) dan Timur Tengah Utara (TTU) ternyata berbuah manis. Buktinya dalam waktu dekat ini Plan Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi MDGs Award.

2_Foto Tulisan TTS dan TTUDalam kesempatan ini Plan mendapat penghargaan untuk kelompok Organisasi Masyarakat dengan kategori Layanan Air Bersih dan Sanitasi, di mana penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Nila Moeloek yang disaksikan oleh Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, Kepala BKKBN, Fasli Djalal serta, Utusan Khusus Presiden RI untuk Penanggulangan Kemiskinan, HS Dillon.

Dalam sambutannya, Nila mengatakan bahwa ini merupakan penghargaan ketiga kalinya yang telah berhasil diselenggarakan oleh IMA. “Kami terus menemukan berbagai program pembangunan yang inovatif dan kreatif di tingkat akar rumput.  Semua terobosan yang mereka lakukan memberikan perbaikan nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya dalam malam penganugerahan penghargaan IMA 2013 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta.

Menurut Nina, dengan tenggat waktu pencapaian MDGs yang semakin dekat diharapkan semua bentuk upaya yang dilakukan para finalis ini dapat memberi inspirasi serta harapan bagi masyarakat di wilayah lain yang tersebar di Indonesia.

Melalui penerapan lima pilar STBM yaitu menghentikan kebiasaan buang air besar/kecil sembarangan, melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, dan pengelola limbah rumah tangga saat ini masyarakat di Kabupaten TTS dan TTS telah berhasil menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih.

Hal ini tentunya sangat menggembirakan, sebab PHBS terbukti dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, penerapan PHBS juga sejalan dengan target pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) dalam meningkatkan akses terhadap sanitasi layak.

Bukan hanya membantu pencapaian target MDGs saja, penerapan lima pilar ini juga telah terbukti memiliki dampak positif langsung kepada masyarakat. Di mana, setelah  tiga tahun penerapan STBM, kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan pun menjadi lebih baik.

Hal ini bisa dilihat dari data kasus diare yang mengalami penurunan di dua kabupaten tersebut. Data terbaru dari Dinkes Kab. TTS menyatakan, angka diare telah mengalami penurunan dari 13.781 kasus (tahun 2010) menjadi 4.715 kasus (tahun 2013), begitu juga di Kab. TTU dari 2.111 kasus (tahun 2011) menjadi 1.752 kasus (tahun 2013).

Lebih dari itu, pendekatan STBM ini juga berhasil mendorong swadaya masyarakat Kab. TTS dan TTU dalam perubahan perilaku kebersihan dan sanitasi. Melalui metode pemicuan dalam STBM, masyarakat berhasil membangun sendiri sarana sanitasi dan kebersihan tanpa subsidi sedikit pun dari pemerintah maupun donor.

Hingga bulan Desember 2013 tercatat ada sekitar 147.371 jamban baru tanpa-subsidi yang berhasil dibangun oleh masyarakat. Jika dirupiahkan maka masyarakat Kab. TTS dan TTU telah berswadaya lebih dari 40 milyar untuk pembangunan sarana sanitasi mereka sendiri. Dengan semua capaian ini, maka tidak heran bila program STBM akhirnya berhasil mendapat apresiasi dalam MDGs Award 2013 kali ini.

Sementara itu, Program Manager WASH Plan Indonesia, Eka Setiawan yang menerima penghargaan bersama Bupati TTS, Paul Mella, menjelaskan bahwa penghargaan MDG’s Award kali ini bisa semakin mendorong semangat pemerintah dan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan hingga level grass roots. “Selain itu, hal ini juga tentunya akan mendorong semua pihak untuk berlomba-lomba membuat inovasi dan terobosan baru dalam mempromosikan 5 Pilar STBM,”pungkas Eka. <CMH>

Sumber tulisan:  Hery (Plan Indonesia)

Comments