Luwu Utara, Kampung ODF Pertama yang Berhasil Raih Penghargaan

Bertempat di Ballroom Jakarta Theater Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaidi yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan-nya, Nurhusnah menerima penghargaan MDGs Award 2013 yang diserahkan langsung oleh Wicaksono Saroso, Direktur Executif Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan.3_luwu utara

Bukan hanya disaksikan oleh Utusan Khusus Kepresidenan RI untuk MDGs, Nila F. Moeloek, pemberian penghargaan tersebut juga disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi. Di mana, pada kesempatan itu Luwu Utara berhasil menerima dua penghargaan sekaligus, salah satunya ialah untuk kategori layanan air bersih dan sanitasi dalam program kampung ODF (Open Defecation Free/Stop BABS).

Dalam kategori ini, Luwu Utara berhasil menyisihkan finalis lainnya yang ada dalam kategori layanan air bersih dan sanitasi, para finalis tersebut ialah Pemerintah Kabupaten Banjar dengan program “ Waste to Energy”, Pemerintah Kabupaten  Bantul, DIY dengan program Penyediaan Air Bersih, dan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur dalam program Pemberdayaan Masyarakat menuju Pengelolaan Sampah Mandiri.

Nila F. Moeloek mengatakan, MDGs Award (IMA) 2013 ini mencoba menjawab tantangan yang masih harus dihadapi dalam mewujudkan tingkat kesejahteraan dan keadilan sosial yang lebih baik bagi masyarakat.

Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaidi menjelaskan bahwa kampung ODF merupakan program inovasi Pemda melalui Dinkes yang dilaksanakan sejak tahun 2008.

Menurutnya, inisiatif program tersebut dimulai dari tingginya angka kejadian diare di Luwu Utara yang disebabkan dari masih rendahnya akses air bersih dan akses sanitasi layak. Keadaan inilah yang akhirnya memicu Dinas Kesehatan Kabupaten Lutra untuk membuat program “Kampung ODF”.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bahwa pihaknya sangat senang dengan penghargaan yang diterima, sebab Kabupaten Luwu Utara merupakan satu-satunya kabupaten perwakilan dari Sulawesi yang berhasil meraih penghargaan bergensi tersebut. Selain itu dia berharap, kedepannya akan semakin banyak SKPD di Luwu Utra yang dapat melakukan program inovasi seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan saat ini. Tujuannya tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, dalam sesi wawancara, Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, Nurhusnah menjelaskan, program tersebut dibuat agar semua masyarakat menggunakan jamban keluarga guna mencegah penularan penyakit.

"Kegiatan ini kita lakukan melalui arisan jamban, sambil memberikan stimulan jamban ke masyarakat. Arisan ini merupakan inisiatif dinas kesehatan, di mana kita membentuk kelompok yang beranggotakan 10 orang. Kemudian orang yang mendapatkan uang arisan, akan membuat jamban seperti yang mereka mau dengan uang arisan tersebut," jelas Nurhusnah seperti dikutip dari detikhealth.

Menurutnya, sejak program ini dijalankan, hingga saat ini sudah ada sekitar 9 desa di Luwu Utara yang menggunakan jamban keluarga. Pelaksanaan arisan jamban dan juga stimulan jamban, telah membuat kualitas dan juga kuantitas kepemilikan jamban keluarga semakin meningkat.

"Kami berharap kedepannya tidak akan ada lagi masyarakat yang buang air besar di sungai ataupun menggali di belakang rumah. Program ini akan tetap kami jalankan hingga semua masyarakat Luwu Utara menggunakan jamban keluarga, dan juga angka penyakit menular berbasis lingkungan bisa menurun," ujar Nurhusnah.

Selanjutnya, Nurhusnah menambahkan melalui acara ini dia berharap agar masyarakat makin termotivasi untuk membuat program yang berdampak luas, khususnya pembangunan kesehatan, agar semua masyarakat di Indonesia menjadi masyarakat yang sehat. <CMH>

Comments