Provinsi Jawa Timur, dorong penguatan monitoring berbasis SMS di Bondowoso

2-1_Kabupaten BondowosoPada 4-5 Februari 2014, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur baru saja mengadakan pertemuan sanitarian dalam rangka penguatan sistem Monev berbasis Webiste dan SMS.

Hal tersebut karena selama ini sistem monitoring STBM berbasis Website dan SMS di daerah tersebut masih tergolong lambat, di mana kabupaten tersebut masuk dalam 5 Kabupaten terendah dalam pengoperasian sistem Monev berbasis website dan SMS.

Selain itu tujuan dari pertemuan ini ialah untuk meningkatkan pemahaman dan manfaat dari sistem monitoring dan evaluasi berbasis website dan SMS kepada para sanitarian. Dalam acara ini juga dilakukan pemetaan wilayah mana saja yang aktif dan terampil dalam mengirimkan sms untuk sistem monev tersebut.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan pertemuan PAMSIMAS II itu juga dimaksud untuk meningkatkan pemahaman pendekatan district wide dan strategi sinergi dalam kegiatan PAMSIMAS II.

Bukan hanya dijelaskan tentang alur legalitas dokumen yang dipakai sebagai acuan dalam pelaksanaan PAMSIMAS II saja, para peserta juga dipaparkan secara lebih rinci mengenai mekanisme monev berbasis website dan SMS.

Dalam pelaksanaan pada hari I, sinergi semua pihak dalam mendukung kegiatan monev berbasis website dan pelaksanaan program PAMSIMAS serta STBM pun telah terlihat jelas.

Pasalnya, Bappeda dan PU Cipta Karya telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan PAMSIMAS secara optimal. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten juga telah bersedia untuk menyiapkan draft Surat Bupati yang berisi instruksi kepada semua Camat dan Kepala Desa untuk melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

2-2_Kabupaten BondowosoDi hari kedua para peserta yang terdiri dari 24 sanitarian tersebut di bimbing langsung untuk mempraktikkan monev berbasis website dan SMS. Tujuannya agar para peserta lebih mengerti dalam menjalankan sistem monev ini.

Seiring kebutahan data yang kian hari semakin meningkat, sistem Monev berbasis website dan SMS terbukti dapat menghadapi tantangan tersebut. Sebab sistem ini dapat memudahkan sanitarian dalam melakukan update data secara lebih cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga data tersebut dapat digunakan sebagai acuan perencanaan kegiatan.

Di Bondowoso sendiri, berkat adanya pelatihan ini kemajuan pemasukkan data juga semakin meningkat. Selain itu, para sanitarian juga merasa terbantu dengan adanya sistem ini, terutama dalam menjawab kebutuhan data yang selama ini masih menjadi kendala, baik terkait akses data yang minim maupun tentang keakuratan data itu sendiri. <CMH>

Sumber Tulisan:  Saputera, Koordinator Provinsi Jawa Timur  (WSP)

Comments