Lokakarya Peningkatan Kapasitas Penyusunan Strategi Promosi kesehatan Sanitasi dan Higiene Provinsi Bali, Bali 15 - 17 April 2015

BCC_Bali Selasa, 15 April 2014 di Nusa Dua Bali sedang berlangsung Lokakarya Peningkatan Kapasitas Penyusunan Strategi Promosi Kesehatan (Promkes) Sanitasi dan Higiene. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari kedepan ini, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dalam sambutan tersebut, Beliau mengatakan "mengubah perilaku diperlukan adanya komitmen, keseimbangan, dan informasi secara terus menerus agar dapat berjalan".

Lokakarya yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerjasama dengan Water Sanitation Program (WSP) World Bank, mengharapkan dapat menghasilkan beberapa output, diantaranya : gambaran bentuk media promosi yang dikembangkan di provinsi dan 9 Kabupaten/Kota, strategi promkes untuk perilaku higiene dan sanitasi kabupaten/provinsi; komitmen berupa dukungan konkrit lintas program untuk bersinergi dalam pelaksanaan program promkes dibidang sanitasi dan higiene; rencana kerja pengembangan Komunikasi Perubahan perilaku (KPP) Kabupaten/Kota dan Provinsi; serta pemahaman terkait pemanfaatan data monitoring dan evaluasi di website STBM sebagai analisa pendukung percepatan pencapaian tujuan program.

Hasil studi formatif yang dilakukan di Bali menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi masyarakat tidak memiliki jamban, adalah : 1) masalah geografis merupakan faktor penyebab masyarakat di Bali belum memiliki jamban, dan 2) prioritas kebutuhan masyarakat di Bali diutamakan untuk kegiatan keagamaan. Berdasarkan hasil studi formatif diatas, maka dilaksanakan lokakarya Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk meningkatkan kapasitas pemda dalam penyusunan strategi promosi kesehatan bidang sanitasi dan higiene yang dihadiri pula oleh Budayawan Bali.

Ditulis oleh : Sekretariat STBM  

Comments