Sinergisitas PL dan Promkes Provinsi NTB Melalui Penyusunan Komunikasi Perubahan Perilaku

Workshop Pengembangan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Hygiene dan Sanitasi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan pada tanggal 22- 25 April 2014 bertempat di Novotel, Mandalika Resort Pujut Lombok Tengah yang memiliki suasana etnik daerah lombok di Pantai Kuta. Workshop ini diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat atas dukungan Water and Sanitation Program (WSP). Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut berjumlah 54 orang dari unsur Provinsi (Bappeda, Seksi Promkes Dinas Kesehatan, Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Lombok Post TV, Dishub Kominfo NTB, PKK Provinsi,  Budayawan), Kabupaten (Bappeda, Seksi Promkes Dinas Kesehatan, Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan) dan narasumber Pusat (Direktorat PL Subdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar, Kepala Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, dan Sekretariat STBM).

BCC NTB

Pembukaan workshop dimulai pada siang hari yang ceria di Rinjani Meeting Room yang dibuka  oleh Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Bapak dr. I Ketut Artastra, MPH yang mengharapkan Workshop ini menjadi titik tolak pelaksanaan strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam mengembangkan media promosi kesehatan sanitasi dan higiene yang lebih efektif serta dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat secara menyeluruh.

Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari dengan rangkaian pemaparan, diskusi kelompok, brainstroming dan simulasi. Apresiasi tertinggi terhadap partisipasi Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Bapak dr.I Ketut Artastra, MPH dan Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ibu dra. Panca Yuniati, Apt dari awal sampai dengan selesainya kegiatan workshop diadakan. Hadirnya Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar (PASD) Direktorat Penyehatan Lingkungan (PL) –Kementerian Kesehatan RI, Bapak F. Eko Saputro dan Kepala Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan dan Promosi Kesehatan –Kementerian Kesehatan RI, Ibu Hanna Herawati membawakan paparan pada kegiatan panel presentasi sebagai wujud penyatuan komitmen dalam rangka percepatan pencapaian akses sanitasi.

Pemaparan materi hasil studi formatif Nielsen yang Memahami Perilaku Sanitasi (Analisa di 3 Area: Pinggiran kota, Pegunungan dan Pantai) di Provinsi NTB yang dibawakan oleh Ibu Sukarmi (staf Subdit PASD). Studi ini menggunakan metode FGD, IDI dengan pemimpin, dan 2 wawancara expert  di 12 area kabupaten tersebut  yang telah dilakukan pada kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, dan kabupaten Bima menunjukkan bahwa sumber pendapatan keluarga berasal dari suami, yang menjadi prioritas utama pengeluaran keluarga adalah biaya sekolah, makanan/kebutuhan dapur, rokok sedangkan jamban tidak menjadi prioritas utama jamban hanya dilihat sebagai pengeluaran yang bisa ditunda dan tidak darurat.

Workshop ini juga mengali potensi budaya lokal salah satunya disajikan kesenian khas daerah Lombok yaitu Pementasan Gambus dari Tim budayawan menyanyikan 3 buah lagu yang  syairnya menceritakan tentang memicu masyarakat untuk Buang Air Besar di jamban dan menyelamatkan air bersih yang dinyayikan dalam lagu khas suku Sasak. Pemaparan menarik dari Budayawan Provinsi NTB Bapak Salman Alfarisi  yang menyatakan dalam merubah perilaku harus diperhatikan kearifan lokal diantaranya budaya, bahasa, dan tata krama setempat sehingga materi-materi perubahan perilaku dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat dan menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan terutama untuk higiene dan sanitasi.

Pemanfaatan data melalui website Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan bahan untuk menganalisa kondisi dan situasi sanitasi di Provinsi NTB untuk menentukan strategi komunikasi perubahan perilaku dalam mempercepat capaian akses sanitasi di seluruh kabupaten Provinsi NTB. Strategi komunikasi Perubahan Perilaku yang tertuang dalam rencana tindak lanjut kabupaten dapat dilihat di website STBM fitur anggaran kategori promosi.  <Rostia>

Comments