Bersama Membangun Sanitasi Melalui Workshop Kemitraan

 

JAKARTA –22/04/14. Suasana Avara Lounge &Fuction Hall, Mall Epicenterum begitu berbeda. Betapa tidak, pada hari ini Avara Lounge dipenuhi sebanyak 44 orang peserta yang hadir untuk mengikut Workshop Memperkuat Kemitraan dan Indentifikasi Isu Strategi Untuk Berbuat Bersama Membangun Sanitasi. Adapun para peserta tersebut merupakan perwakilan dari Lembaga Donor, NGO, Pemerintah Pusat, dan Lembaga Pemerintah Kab/Kota IUWASH.

 Tujuan kegiatan ini sendiri ialah untuk menganalisa pola kemitraan dalam pelaksanaan program sanitasi yang ada selama ini berdasarkan best practices dan tantangannya. Kemudian untuk mengidentifikasi area yang masih terjadi gap dengan pembagian peran yang lebih efektif dan effisien, serta untuk menemukan strategi pendekatan baru dalam upaya percepatan capaian akses sanitasi.

 Dalam acara ini dipaparkan bahwa, komunikasi perubahan perilaku / Behaviour Change Communication (BCC) merupakan salah satu strategi pendekatan untuk mendorong terjadinya penciptaan kebutuhan di masyarakat investasi sanitasi (willingness to invest). Fokus utama dari workshop ini adalah untuk belajar bersama bagaimana mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk berinvestasi di bidang sanitasi. Workshop ini juga ditujukan untuk mengkaji dan berbagi pengalaman.

 Selain itu, dalam workshop ini juga dijelaskan bahwa komponen peningkatan kebutuhan (demand creation) adalah upaya sistemastis untuk mendapatkan perubahan perilaku secara langsung. Pada tahap ini secara massive masyarakat didorong komitmennya untuk berinvestasi sanitasi dengan berbagai macam strategi promosi/kampanye/pemicuan agar termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku.

 Untuk mengkaji dan mengevaluasi bagian mana yang masih terjadi gap dalam pola kemitraan antara pemerintah dan non-pemerintah (private sector, donor, NGO) dalam meningkatkan akselerasi perubahan perilaku sanitasi masyarakat saat ini maka perlu dilakukan pertemuan para pelaku (actor) program sanitasi untuk sharing pengalaman, refresh dan meng-update strategi implementasi berikutnya agar memiliki daya ungkit yang lebih besar dan cepat.

 Saat kegiatan berlangsung, peserta dibagi menjadi 4 kelompok kecil. Kelompok-kelompok ini memetakan hal penting yaitu, Pendekatan, Pendorong, Tantangan, dan Peluang. Hal menarik dari hasil sharing pembelajaran adalah;

Lokasi Hal Menarik/Unik
Jombang
  • Pemda Turun ke lapangan
  • Entrepreneurship melalui Sanitarian dan Micro Credit
Takalar Database yang sudah tersusun dengan baik
Solo
  • Perencanaan dari tingkat Kelurahan
  • Pilot penyedotan septik tank terjadwal
Tanggerang
  • Sanitasi masuk dalam program unggulan Bupati
  • Koperasi memberikan kredit jamban
Medan
  • Pendekatan top down gagal
  • BCC sebelum fisik
  • Perlu di sinergikan masing-masing program
  • Cari peluang di luar peran pemda
  • Dana PNPM di akseskan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat)

Hasil dari pertemuan, IUWASH akan mendokumentasikan hasil lokakarya, menyusun strategi/action plan BCC, uji ulang pendekatan BCC di lokasi-lokasi IUWASH, Desiminasi hasil uji ulang pendekatan BCC di tiap region melalui loka karya, dan Menemukan pendekatan innovative untuk mendorong terlaksananya microcredit. Rahma - Sekretariat STBM

 

Comments