Pelaku STBM Berbagi Pembelajaran Dalam Acara Lokakarya STBM Nasional

Pelaku STBM Berbagi Pembelajaran Dalam Acara Lokakarya STBM Nasional

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan yang berkerjasama dengan Water and Sanitation Program (WSP) baru saja melaksanakan pertemuan Lokakarya Review Pembelajaran Stakeholders STBM Nasional pada 10-13 Februari 2014.

Pertemuan yang dihadiri oleh 70 orang peserta ini diadakan di Hotel The Royal Surakarta Heritage Solo, Jawa Tengah. Adapun, tujuan dari acara ini ialah sebagai ajang saling berbagi pembelajaran diantara para pelaku STBM. Selain itu, acara ini juga dimaksud untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik (best practice) dalam penerapan STBM skala kabupaten dalam rangka mengimplementasikan strategi STBM.

Kegiatan ini pun bertujuan dapat mengidentifikasi penyediaan berbagai bantuan teknis yang diperlukan, dan juga untuk memperkuat peran kunci sekretariat dalam mengkoordinasi dan memimpin pelaksanaan STBM skala nasional.

Antusiasme para peserta dalam acara ini pun terlihat jelas, faktanya saat sesi sharing pembelajaran para peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pokja AMPL Nasional, dan mitra seperti WSP, Plan Indonesia, Waspola, Unicef, Simavi, USDP, YPCII dan MCC begitu serius memperhatikan pemaparan yang disampaikan oleh para narasumber.

Sejumlah materi yang diberikan antara lain seperti Pendekatan District Wide oleh WSP, Penerapan STBM secara komprehensif dan sinergi 3 komponen oleh perwakilan provinsi, Kerangka kerja pengembangan kapasitas institusi atau strategi pelembagaan CB dalam dunia pendidikan formal dan akreditasi oleh BPPSDM, Strategi Replikasi Nasional oleh Sekretariat STBM, serta Testimoni Pengembangan WUSAN dan Mikro Kredit oleh Wirausaha–BPR.

Pemaparan sharing pembelajaran tersebut dilakukan oleh perwakilan daerah yaitu dari provinsi NTB, NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat yang telah teridentifikasi oleh tim provinsi untuk menularkan pengalaman dan pembelajarannya agar dapat diadopsi, sehingga pemberdayaan masyarakat dalam penyehatan lingkungan dapat diterapkan. Dari semua pemaparan yang ada, para peserta diharapkan mampu menangkap pengalaman dan pembelajaran, misalnya saja dari kisah sukses PD BKK Eromoko Wonogiri dalam mengembangkan STBM di wilayahnya.

 Bukan hanya berbagi pengalaman saja, acara ini juga diisi dengan kegiatan kunjungan lapangan yang diadakan pada hari kedua. Lokasi kunjungan ialah Desa Sumberejo yang telah meningkatkan kualitas jamban warga, kemudian ke CSS Wusan Wonogiri,dan mendatangi Pokja Sanitasi Kabupaten dan Dinkes Kabupaten.

Sementara, diskusi kelompok mengenai penguatan peran sekretariat dan agenda 2014  menjadi kegiatan penutup. Dalam kesempatan ini, penjabaran peran sekretariat untuk optimalisasi mewujudkan target STBM nasional menjadi topik utama, di mana sekretariat diharapkan dapat menjadi pelaksana harian yang berfungis sebagai pusat informasi, monev, koordinasi, distribusi untuk sharing pembelajaran antar daerah, penghubung antar Pokja AMPL, penghubung dengan mitra, fasilitasi, konsultasi, hingga menjadi pusat knowledge Management. Rahma/CMH

Comments