Pemilik Handphone Lebih Banyak Daripada Pemilik Toilet

hp

Laporan PBB menyatakan bahwa lebih banyak orang yang memiliki telepon genggam /seluler dibandingkan yang memiliki toilet.

Seperti dilansir dari time.com dalam artikelnya yang berjudul More People Have Cell Phones Than Toilets, U.N. Study Shows diperkiran dari 7 miliar orang yang ada dunia, 6 miliarnya memiliki handphone, sedangkan hanya 4,5 miliar yang memiliki toilet.

Pada artikel tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson mengatakan, hal ini merupakan krisis global yang harus diatasi. Saat ini PBB sendiri, sedang berupaya untuk mengurangi setengah dari jumlah penduduk yang tidak memiliki akses toilet pada 2015. Selain itu, PBB juga berupaya untuk menghapus perilaku Buang Air Besar Sembarangan pada 2025 mendatang.

Lebih banyaknya pemilik handphone dari pada pemilik toilet ini juga pernah dimuat pada salah satu artikel ditelegraph.comIndia has more mobile phones than toilets: UN report”. Pada artikel tersebut dipaparkan pengguna ponsel di India lebih banyak daripada pemilik toilet. Di mana, angka pemilik telepon genggam sebanyak 563,7juta, sedangkan pemilik toilet hanya mencapai 366 juta orang atau sekitar sepertiga dari populasi India.

Kondisi ini tentunya tidak diharapkan, Pasalnya, dapat menyebabkan kerugian, baik ekonomi maupun kesehatan.

Dalam artikeltime.com lainnya yang bertajuk Are Toilets a Feminist Issue? Dituliskan bahwa dampak dari sanitasi buruk salah satunya ialah terjadinya penyebaran penyakit diare yang dapat mengakibatkan setidaknya 800 ribu kematian anak per tahun di negara berkembang.

Bukan hanya PBB yang melakukan upaya perbaikan, pada 2012 lalu yayasan amal Bill Gates Foundation juga telah memulai usaha perbaikan dengan mengadakan kontes teknologi yang bertajuk “Reiventing Toilet” guna mendorong adanya penemuan teknologi baru dalam pembuatan toilet. Tujuan utamanya ialah untuk memacu munculnya toilet ideal yang rendah biaya.

Dalam lembar fakta sanitasi yang dilansir dari water.org http://water.org/water-crisis/water-facts/sanitation/ dituliskan bahwa penyediaan layanan sanitasi yang baik dapat mengurangi kejadian diare hingga sepertiga. Selain itu, dengan melakukan praktek Cuci Tangan Pakai Sabun juga terbukti dapat mengurangi diare hingga 40%.

Dengan beberapa fakta diatas, rasanya tidak bias dipungkiri bahwa peningkatan akses sanitasi harus segera dilakukan oleh pemerintah dari berbagai negara. Hal ini tidak lain agar kedepannya masyarakat dunia bias lebih sehat dan produktif. CMH/berbagaisumber.

Comments