Pejuang Sanitasi dari Manggarai Timur

Cerdas dan bersahaja rasanya dua kata tersebut sesuai menggambarkan sosok Jamil, lelaki paruh baya yang kini menjabat sebagai pimpinan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Manggarai Timur. Sejak pertama kali HAKLI Manggarai Timur dibentuk, Jamil_Pejuang_Sanitasi-Timor1Jamil memang telah diberikan tanggung jawab untuk memimpin himpunan tersebut.

Ramah dan bertanggung juga begitu terasa saat bercengkrama dengan pria berkacamata ini. Maka dari itu, tidak heran bila Jamil kerap dinilai sebagai sosok pemimpin yang amanah dan menyenangkan dimata para anggotanya.

Bukan hanya  itu saja, dimata para anggota HALKI Jamil juga dikenal sebagai pemimpin yang peduli dan kerap memberikan semangat bagi para sanitarian. Dalam setiap kesempatan Jamil kerap mengingatkan para sanitarian untuk selalu profesional. “Artinya, harus menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi, jangan sampai tugas yang diberikan dikerjakan setengah-setengah, sehingga tidak memperoleh hasil maskimal,” terangnya.

Sementara itu, dalam meningkatkan kondisi kesehatan di wilayah Manggarai Timur, Jamil diketahui kerap menjalin kerjasama dengan berbagai program pembangunan kesehatan dan sanitasi yang ada di wilayahnya, salah satunya dalam melaksanakan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Menurut Jamil, STBM merupakan satu solusi yang tepat dalam meningkatkan kondisi sanitasi. Selain ini, dalam pendekatan ini para sanitarian juga diberikan porsi dan peran yang sangat penting, sehingga kontribusi para sanitarian juga menjadi lebih jelas.

 “Melalui pendekatan STBM diharapkan kedepannya angka kesehatan masyarakat dapat semakin meningkat dan kondisi sanitasi juga dapat lebih berkembang ke arah lebih baik,” katanya.Jamil_Pejuang_Sanitasi-Timor2

Seperti diketahui, hingga kini kondisi sanitasi di Manggarai Timur memang belum berjalan optimal. Adapun salah satu tujuan dalam memperbaiki kondisi sanitasi ialah untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Dengan tekad memperbaiki kondisi yang belum optimal inilah, Jamil dan para sanitarian yang tergabung dalam HAKLI berkomitmen penuh untuk mendukung penuh pendekatan STBM. Adapun, bentuk dukungan yang lakukan yaitu dengan  menghimpun data-data penting terkait kondisi sanitasi yang diambil dari puskemas masing-masing daerah, misalnya saja memberikan data pemilik jamban sehat atau data kejadian diare.

 “Melalui dukungan ini, semoga kedepannya pendekatan STBM dapat berjalan maksimal. Selain itu, melalui pendekatan STBM kami juga berharap akan semakin banyak lagi masyarakat yang melakukan perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui penerapan 5 pilar STBM,” ujarnya mengakhiri perbicangan. <Robertus Plan Indonesia>

Comments