Workshop Review Pembelajaran Stakeholder STBM Provinsi Jawa Timur

SLR_Jatim_14Surabaya, 12-14 Mei 2014

Hadir pada acara workshop review pembelajaran stakeholder Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), seperti menghadiri pesta STBM… Gegap gempita... Heboh... Penuh Inovatif... Kreatif, dan begitu banyak pembelajaran.  Masing-masing kabupaten/kota memamerkan keunggulan strategi dan inovasi untuk mencapai ODF (Open Defecation Free), dari mulai jargon gemar seruling (gerakan masyarakat membersihkan sungai dan Lingkungan) dan perjaka libas tinja (pergunakan jamban keluarga lingkungan bebas tinja), kisah Pak To seorang tukang becak dengan niat kuat mengalahkan keterbatasan sampai peraturan/ instruksi/ surat edaran bupati/ walikota.

Tumbuhnya wirausaha sanitasi dengan kader sebagai marketing atau bahasa kerennya Public Relation merupakan kemitraan yang kuat karena kader tidak hanya sebagai agen penjual tapi meningkatkan pangsa pasar sanitasi dengan memicu masyarakat untuk butuh sanitasi, di sisi lain pemanfaatan peluang Corporate Social Responsibility (CSR) dan mikrokredit baik kepada pengusaha sanitasi maupun konsumen secara perseorangan atau berkelompok dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jatim merupakan paket lengkap untuk menuju Jawa Timur “ODF PASTI BISA”.

Kabupaten Pacitan sebagai kabupaten pertama yang ODF pada tahun 2013 seperti mengajak kabupaten/kota lainnya untuk mengejar ketinggalan, karena dengan anggaran 50 juta pertahun teman-teman kesehatan lingkungan di Dinas Kesehatan mampu mengadvokasi, membuat kompetisi dan memberikan reward berupa “selembar piagam” kepada camat dan puskesmas peduli kesehatan lingkungan yang diberikan oleh Bupati. Selain itu, penguatan tim kecamatan menjadi penting dan strategis dengan melibatkan kepala dusun, kepala desa, petugas pemberdayaan masyarakat di kecamatan, kader hingga mengagendakan pertemuan untuk mereview dan berbagi pembelajaran tingkat kecamatan.

Hal yang menarik juga, kabupaten/kota dalam memperlihatkan pencapaian akses sanitasi dan membuat target ke depan berdasarkan system monev STBM berbasis web dan sms, begitu juga propinsi dalam menganalisa pencapaian serta benchmarking antar kabupaten/kota. Kasie Penyehatan Lingkungan propinsi Jawa Timur, Bpk Edy Basuki, MM, MSi memaparkan masih 21,46% masyarakat jawa timur masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS), untuk menuntaskan perlu berpikir out of the box dan berkerja business unusual begitu pesan pak Wilfried, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.  - Yulita Suprihatin (Subdit PASD - Sekretariat STBM)

Comments