STBM, Berikan Dukungan Positif Dalam Gerakan Lawan Malaria

2

Dari 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 74,5% kasus malaria di negeri ini merupakan kontribusi kasus dari Papua, Papua Barat dan NTT. Maka dari itu, berdasarkan tingginya angka penyakit berbasis lingkungan tersebut, dalam waktu dekat ini pemerintah Provinsi Papua menargetkan Eliminasi (bebas) Malaria pada tahun 2030 yang diwujudkan melalui upaya terobosan untuk mempercepat (strategi akselerasi).

 Selain itu, karena di wilayah Kabupaten Biak angka kejadian malaria ini juga sangat tinggi, maka pemerintah daerah juga merencanakan Bebas Malaria di Biak yang jauh lebih cepat yaitu pada 2025 mendatang.

Dengan adanya kedua rencana ini, pemerintah Kabupaten Biak maupun Provinsi Papua sendiri kini kian hari terus melakukan sejumlah upaya yang terencana  dan berkesinambungan guna mencapai rencana tersebut.

Di mana, salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih dalam keseharian mereka.

Dalam salah satu himbaunya kepada warga, Bupati  Biak Numfor, Yesaya Sombuk mengatakan, kita harus mulai melakukan perubahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, diawali dari diri pribadi, keluarga dan lingkungan.

 “Hal ini karena PHBS telah terbukti dapat  mencegah penyebaran sejumlah penyakit berbasis lingkungan diantaranya seperti kasus malaria, diare dan ISPA yang dapat menimbulkan kerugian baik secara jasmani maupun ekonomis” terangnya

 Selain itu, upaya lain yang dilakukan pemerintah daerah dalam memperkecil penyebaran penyakit malaria yang angka penyebarannya cukup tinggi ialah melalui pendekatan STBM.

1

 Adapun salah satu upaya nyata yang dilakukan melalui pendekatan STBM yang didukung oleh UNICEF dan SIMAVI ialah pencanangan Gerakan Lawan Malaria yang diadakan pada 25 April 2014 lalu, di mana hari tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia.

 Dengan adanya pemicuan terhadap pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada masyarakat, Pendekatan STBM diyakini sebagai salah satu langkah tepat dalam mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, salah satunya seperti malaria.

 Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Biak Numfor, Thomas Ondi juga turut menyerahkan sertifikat Deklarasi STBM 5 pilar yang diberikan kepada 17 kampung yang ada di 6 Distrik. Pada sambutannya, Wakil Bupati berharap pimpinan kampung dan masyarakat dapat berkomitmen dalam melaksanakan STBM sebagai salah satu upaya memerangi penyakit berbasis lingkungan, khususnya malaria.

Data pemerintah daerah menunjukkan saat ini sebanyak 63 kampung pada 6 Distrik di Kabupaten Biak Numfor, serta 15 kampung pada 2 Distrik di Kabupaten Supiori telah melaksanakan pendekatan STBM yang didukung oleh Yayasan Rumsram. Di mana, dari semua itu, 25 kampung telah berhasil melakukan 5 pilar STBM.

Bukan hanya dimeriahkan dengan deklarasi STBM dan pencanangan Gerakan Malaria saja, kegiatan yang mengangkat tema “Masyarakat Biak Numfor Berperilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan yang bebas dan tereliminasi malaria pada tahun 2025” ini juga dimeriahkan dengan jalan santai dan kegiatan bersih lingkungan/ JUMPA BERLIN (jumat pagi bersih lingkungan) yang dilaksanakan di seputar jalan Sisingamangaraja dan Sam Ratulangi. Selain itu, juga diramaikan dengan acara senam sehat bersama BPJS.

Pada puncak kegiatan wakil bupati melakukan pelepasan balon bertuliskan Gerakan Lawan Malaria yang disaksikan ratusan peserta dari sejumlah pihak, mulai dari pemerintah, LSM, TNI/Polri dan juga masyarakat umum. Jeffry/ Ishak M, Yayasan Rumsram

Editor : CMH/Yulita Suprihatin

Comments