Desa Timbanuh, Siap Deklarasi STBM Lima Pilar

3 Semangat Desa Timbanuh dalam menjalankan lima pilar STBM memang patut diacungkan jempol. Betapa tidak, walaupun dihadapi berbagai keterbatasan seperti kondisi ekonomi warga yang relatif rendah, tetapi desa ini tetap optimis dalam menjalankan STBM, bahkan dalam waktu dekat ini mereka siap untuk mengadakan deklarasi STBM lima pilar.

Kendati baru dua tahun berdiri, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur ini begitu antusias dalam menjalankan pendekatan STBM di wilayahnya. Hal itu jelas terlihat dari semangat semua pihak, baik pemerintah desa maupun warga Timbanuh dalam menerapkan pilar-pilar STBM.

Pendekatan STBM sendiri mulai dikenal sejak Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB masuk di wilayah tersebut. Sejak awal diperkenalkan pemerintah desa maupun warga memang sudah terlihat antusias untuk menjalankan pendekatan ini, maka dari itu tidak heran bila desa ini pada akhirnya mampu melaksanakan deklarasi STBM lima pilar.

Bahkan, semangat warga dalam menjalankan STBM untuk  berperilaku hidup bersih dan sehat cepat menyebar ke beberapa daerah, sehingga beberapa kali desa baru itu pun kerap menerima kunjungan dari daerah lain.

M. Ilham, Kepala Desa Timbanuh mengatakan bahwa kini kondisi sanitasi di desa yang dipimpinnya sangat jauh berbeda. Hal ini bisa terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang telah memiliki jamban. “Dulu, hanya beberapa rumah saja yang memiliki jamban, itupun hanya kalangan masyarakat mampu dan berpendidikan saja,” katanya.

Dia menerangkan, ketika dulu masih banyak warga yang melakukan praktek Buang Air Besar Sembarangan, sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap, bila musim hujan tiba juga banyak masyarakat yang terkena wabah penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, malaria, ataupun demam berdarah.

“Tetapi kini setelah praktek BABS sudah bisa dikatakan tidak ada lagi, lingkungan desa maupun kesehatan warga tentunya juga menjadi lebih baik,” tambah Ilham.

Menurutnya, saat ini tak peduli kaya atau miskin sebagian besar warag Desa Timbanuh telah memiliki jamban, sehingga tidak lagi melakukan praktek BABS. Sementara itu, pada pilar STBM kedua terkait cuci tangan pakai sabun pemerintah terus menghimbau warga ntuk rutin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ini dalam kegiatan mereka sehari-hari. Terutama saat sebelum makan dan sesudah buang air besar maupun kecil.

Selain itu, warga dihimbau agar membiasakan minum air yang sudah dimasak,kemudian untuk mengelola sampah rumah tangga, dan mengelola limbah cair rumah tangga.

Selanjutnya, Kepala Desa tersebut mengungkapkan meski untuk memenuhi seratus persen tuntas Lima Pilar membutuhkan waktu dan proses, namun dia mengaku tetap optimis agar Desa Timbanuh dapat melaksanakan deklarasi STBM lima pilar pada Agustus mendatang.

Masuknya pendekatan STBM di Desa Timbanuh merupakan peluang untuk meraih kondisi lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat secara mandiri. Kondisi itu  merupakan modal dasar untuk mengembangkan potensi desa menjadi Desa Wisata, dan optimalisasi modal dasar lainnya. Kondisi demikian juga akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut.

Berdasarkan laporan hasil monitoring terhadap 611 rumah tangga di desa Timbanuh sampai dengan Januari 2014,  sebanyak 373 sudah melaksanakan Pilar 1, 557 sudah memenuhi pilar 2, kemudian 555 rumah sudah melaksanakan pilar 3, 546 rumah sudah penuhi pilar 4, dan sebanyak 590 sudah melaksanakan pilar 5.

Walaupun belum menujukkan hasil maksimal, namun angka ini sudah cukup menggambarkan bahwa sebagain besar warga Timbanuh telah menerapkan lima pilar STBM dalam kesehariannya. Hal ini tentunya merupakan kebanggaan yang perlu terus dilakukan. Apalagi, kebiasaan hidup bersih dan sehat tersebut juga merupakan kebiasan baik yang bisa diwarisakan kepada generasi penerus.

Bila dicermati lebih dalam, adanya lingkungan yang bersih dan sehat ini tentunya sangat banyak manfaatnya, diantaranya masyarakat bisa menghemat uang yang cukup besar karena tidak lagi harus berobat kedokter akibat terserang penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, sebagai salah satu desa wisata yang ada di wilayah Lombok Timur kondisi sanitasi layak dan lingkungan bersih ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke desa Timbanuh. (Tim YMP-NTB)

 Editor: CMH/Yulita

                             

Comments