Menteri Kesehatan Antusias Dengan Dikembangkannya Pelatihan Jarak Jauh STBM

8   9   7

Jakarta, 19 Juni 2014 - Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH menyambut baik pengembangan program pelatihan jarak jauh (PJJ) STBM yang diperkenalkan pada acara sela (side event) sebelum Peluncuran Program Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Tinggi Kesehatan di kantor Badan PPSDM Kesehatan, Jakarta.

Menteri dan jajaran eselon 1 dan 2 Kemenkes terlihat sangat antusias memperhatikan model PJJ STBM yang dipresentasikan oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes dan Direktur Penyehatan Lingkungan, drh. Wilfried Purba, M.Kes. PJJ STBM dikembangkan bersama oleh Badan PPSDMK dan Dit.Jen PP & PL dari kurikulum modul STBM yang telah diakreditasi oleh Badan PPSDMK. “Target kami adalah agar semua orang dapat mengenal STBM dan mendukung percepatan pencapaian target sanitasi di Indonesia,” ujar drh.Wilfried Purba menjelaskan latar belakang dikembangkannya PJJ STBM.

Untuk menarik perhatian peserta, dr. Untung menjelaskan bahwaPJJ ini dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif seperti video, paparan, power point presentasi, data-data, permainan, dan tautan referensi yang dapat diunduh peserta. Tingkat pemahaman peserta dilihat dari nilai pre-test, post-test, dan kuis-kuis yang melengkapi model ini. Adapun tingkat keaktifan peserta diihat dari rekam jejak penggunaan PJJ ini.

pjj 10

“Saya sangat senang dengan dikembangkannya PJJ STBM ini, modelnya menarik dan interaktif, dan akan membantu meningkatkan kualitas tenaga kesehatan kita yang tersebar luas” ujar Menteri Kesehatan. Selanjutnya Beliau bertanya, “apakah peserta akan mendapat sertifikat?” dr. Untung menjelaskan bahwa PJJ ini terdiri dari dua tahap, dimana di tahap 1 (online) peserta akan mendapat surat keterangan keikutsertaan dan di tahap 2 (offline) peserta akan mendapat sertifikat kompetensi.

Terkesan dengan model PJJ STBM, pada sambutannya di acara pokok peluncuran PJJ Pendidikan Tinggi Kesehatan, Ibu Menkes mengingatkan kepada semua tenaga kesehatan untuk selalu belajar dan meningkatkan kapasitasnya, “sekarang teknologi sudah banyak, belajar bisa dimana saja dan kapan saja.  Tadi saya telah mencoba di bawah (STBM-red), bahkan pakai hp pun bisa.” Sedikit bernostalgia, Ibu Menkes bercerita bahwa dia bisa berbahasa Inggris dengan baik karena rajin belajar sendiri dengan menggunakan Walkman dan Beliau berharap agar tenaga kesehatan juga bisa belajar mandiri menggunakan teknologi yang mereka miliki, seperti HP yang sepertinya telah dimiliki semua orang.

PJJ STBM terdiri dari 4 modul. Saat ini baru modul 1 dan 2 yaitu modul konsep dasar STBM dan fasilitator STBM yang telah dapat diakses di www.stbm.kemkes.go.id dan www.belajarmandiristbm.com ; adapun 2 modul lainnya yaitu wirausaha STBM dan monev STBM masih dikembangkan. Keempat modul direncanakanakan tersedia online di bulan September 2014, setelah peluncuran PJJ STBM yang akan dilaksanakan pada saat Rakornas STBM di akhir Agustus 2014.

Leaflet PJJ dapat diunduh di link berikut : Flyer STBM cetak

Comments