Peran Penting Petugas Sanitasi Dalam Sistem Monev STBM

Para Petugas Sanitasi Kabupaten Sumenep Pada Acara Refresing Monev STBMSejumlah orang masih beranggapan bahwa monitoring dan evaluasi adalah kegiatan yang sulit dilakukan. Salah satu penyebab ialah kesulitan dalam melakukan pengumpulan data karena membutuhkan waktu lama dan biasanya disertai tidak adanya feedback dari pelaku  program. Anggapan tersebut tentu sangat disayangkan, karena seperti diketahui monitoring dan evaluasi merupakan kegiatan penting dalam sebuah program. Sebab, melalui dua kegiatan tersebut keefektifan suatu program dapat dilihat. Selain itu, keberhasilan dan kegagalan suatu program juga dapat terukur.

Berangkat dari itu, dalam beberapa waktu lalu Kabupaten Sumenep melakukan acara penyegaran kembali sistem monev kepada para petugas sanitasi yang ada di kabupaten tersebut. Di mana, acara tersebut diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada 12-13 Maret 2014. Adapun tujuan dari penyelenggaraan acara ialah untuk meningkatkan peran petugas sanitasi dalam melakukan sistem monev STBM.

Kabupaten Sumenep sendiri, kurang lebih memiliki 30 petugas sanitasi yang tersebar di 30 Puskesmas. Namun sangat disayangkan, sebelum diadakan acara refreshing monev ini kemajuan memasukan data hanya mencapai angka 16%, selain itu update data melalui sms juga belum berjalan.

Penyebab hal tersebut dikarenakan seringnya terjadi pertukaran petugas antar puskesmas, selain itu sebagian besar petugas sanitasi juga merangkap tugas lain misalnya menjadi perawat atau petugas promosi kesehatan, sehingga tidak bisa fokus melakukan kegiatan monev STBM.

Dalam sambutan Kepala Bidang PPPL Dinas Kesehatan memotivasi juga mengarahkan agar semua petugas sanitasi dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas terkait pelaksanaan STBM di Kabupaten Sumenep yang merupakan salah satu kegiatan prioritas.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid PPPL juga menyatakan bahwa semua puskesmas diharuskan untuk mengusulkan kegiatan STBM di wilayahnya. Pasalnya, STBM sudah terbukti menjadi salah satu pendekatan yang berhasil memicu masyarakat dalam melakukan kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sehingga secara langsung akan berdampak ppeningkatan kesehatan masyarakat.

Tidak hanya diberikan pelatihan tentang melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi STBM berbasis web dan sms saja, para peserta juga diberi kesempatan untuk dapat mempraktekkan secara langsung cara memasukan data dan update data STBM melalui sms. Selain itu, dalam acara ini para fasilitator juga memaparkan semua langkah mengenai update data STBM via sms.

Untuk memastikan pemahaman seluruh peserta dalam melakukan monev berbasi sms, fasilitator juga menjelaskan serta membacakan semua sms yang sudah masuk. Hasilnya diakhir acara, update data STBM di Kabupaten Sumenep meningkat menjadi 26%. Dimana, data desa yang masuk pada hari tersebut mencapai 42% dari total desa.

Untuk membangun komitmen para petugas sanitasi, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Kabupaten Sumenep, Kadarisno dalam arahannya menjelang penutupan mengatakan bahwa dirinya berharap sistem monev  STBM berbasis web dan sms di Kabupaten Sumenep bisa berjalan lebih baik lagi setelah acara ini selesai.

Dia juga menambahkan, petugas sanitasi memiliki peranan penting dalam sistem monev STBM berbasis web dan sms. Berdasarkan surat edaran dari Gubernur Jatim Kepada seluruh Bupati/Walikota untuk mendorong puskesmas untuk memfasilitasi minimal 1 desa ODF per tahun, ketersediaan data menjadi penting untuk membuat rencana dan strategi meningkatkan akses sanitasi serta meng”ODF”kan 1 desa per tahun.

Selanjutnya, dalam pertemuan ini Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumenep juga menghimbau, agar para petugas sanitasi di Kabupaten Sumenep bisa lebih semangat lagi dalam melakukan pendekatan STBM. Agar mendongkrak dari kinerja STBM dari posisi 5 kabupaten terbawah seprovinsi Jawa Timur.

Disamping itu, melalui acara ini Sekda Kabupaten Sumenep juga memberi semangat kepada para peserta untuk bisa lebih aktif melakukan update data melalui monev STBM berbasis web dan sms ini. Tujuannya tentu saja, agar pelaksanaan STBM di kabupaten tersebut dapat terukur dengan jelas. CMH

Sumber: BTOR- Saputera Koordinator WSP Jawa Timur

Comments