Update Data STBM Jadi Lebih Mudah Dengan Monev Berbasis Web dan SMS

Hingga saat ini data masih menjadi salah satu hal penting dalam suatu program. Sebab, melalui data perkembangan suatu program dapat terukur dengan jelas dan akurat. Berangkat dari itu pada beberapa waktu lalu, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur baru saja mengadakan pertemuan sanitarian dalam rangka penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis website dan SMS Gateway untuk program STBM.

Saputera, Koordinator WSP Jawa Timur menerangkan bahwa kegiatan ini juga dilakukan bersamaan dengan pertemuan PAMSIMAS II. Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memperbarui data terkait STBM melalui sistem monitoring berbasis website dan SMS yang sudah terbukti dapat lebih cepat dan akurat.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman dan manfaat dari sistem monitoring dan evaluasi berbasis website dan SMS kepada para sanitarian. “Bahkan, pada acara ini juga dilakukan pemetaan wilayah mana saja yang aktif dan terampil dalam mengirimkan sms untuk sistem monev tersebut,” kata Saputera.

Menurutnya, di tengah kebutuhan data yang kian hari semakin meningkat, sistem monev berbasis website dan SMS terbukti dapat menghadapi tantangan tersebut. “Pasalnya, sistem ini dapat memudahkan sanitarian dalam melakukan update data secara lebih cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga data tersebut dapat digunakan sebagai acuan perencanaan kegiatan,” ujar Saputera.

Lebih lanjut, dia menerangkan, di Bondowoso sendiri berkat adanya pelatihan ini kemajuan pemasukkan data juga semakin meningkat. Selain itu, para sanitarian juga merasa terbantu dengan adanya sistem ini, terutama dalam menjawab kebutuhan data yang selama ini masih menjadi kendala, baik terkait akses data yang minim maupun tentang keakuratan data itu sendiri.

Bukan hanya diberikan penjelasan rinci terkait pengoperasian monev berbasis website dan sms, 24 peserta yang ikut dalam acara ini juga diberikan pelatihan langsung tentang cara memperbaharui dan pemasukkan data melalui kedua sistem tersebut.

Pelatihan mengenai sistem monev berbasis website dan sms ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh Kabupaten Bondowoso saja, namun juga dilakukan oleh sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Brebes.

Menurut Ratih Hafsari, Koordinator WSP Jawa Tengah sejak pertengahan bulan Juni 2012 mekanisme monev berbasis website dan sms ini sudah diperkenalkan di provinsi tersebut. Pelatihannya sendiri diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota. “Sejak saat itu, 35 Kabupaten/Kota pun terus berupaya untuk mengisi data melalui pengiriman sms, di mana data yang dikirimkan berupa perkembangan dengan kondisi rill di komunitas,” ujarnya.

Menurut Ratih, antusiasme para sanitarian di Jawa Tengah dengan monev berbasis web dan sms ini karena mereka mengaku bahwa sangat merasa terbantu dengan mekanisme pelaporan sanitasi berbasis sms dan website. “Hal itu karena hal tersebut telah terbukti dapat memudahkan mereka dalam melakukan update data secara lebih cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga data tersebut dapat digunakan sebagai acuan perencanaan kegiatan,” pungkasnya. CMH

Comments