Kembang Kuning, Tanta Hulu, Masingai 1, dan Masingai 2: Desa Pionir bebas dari BAB Sembarangan di Kabupaten Tabalong Prov. Kalsel

adaro 3

Kolaborasi kuat antara warga desa, YABN, Pemda Tabalong, TP PKK Tabalong, dan APPSANI

Tingginya angka kesakitan berbasis lingkungan disebabkan oleh masih buruknya kondisi sanitasi dasar terutama penyediaan air bersih dan  sarana sanitasi, serta rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).  Kondisi tersebut hampir merata di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Kalimantan Selatan.  Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka rumah tangga yang memiliki akses ke fasilitas sanitasi tahun 2013, posisi Kalimantan Selatan masih  berada di bawah angka rerata nasional (59,8%).

“Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) mulai tahun 2012 melansir program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Tabalong, program ini menjadi prioritas dan pilihan program karena pada saat itu akses masyarakat terhadap sarana  sanitasi yang layak masih sangat kurang,” jelas Okty Damayanti, Direktur YABN.   Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada  saat itu masih ada sekitar 63,9%  yang masih  buang air besar sembarangan.  Program ini sangat penting karena turut pula mendukung peningkatan akses sanitasi dasar yang menjadi salah satu indikator dalam Millenium Development Goals (MDGs) 2015.

Kemajuan program STBM ini adalah telah terbebasnya empat desa dari buang air besar sembarang atau telah meraih status sebagai desa ODF (Open Defecation Free). Keempat desa tersebut adalah Desa Tanta Hulu, Masingai 1, Masingai 2, dan terakhir yang baru saja dideklarasikan sebagai Desa ODF adalah Desa Kembang Kuning Kecamatan Haruai.  Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, Bapak Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si.

Dalam kata sambutannya Anang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala desa Kembang Kuning Bapak H. Parhan Abdullah dan warganya, serta YABN atas kerja keras  dalam mewujudkan desa Kembang Kuning sebagai desa bebas BAB sembarangan.

Keberhasilan dalam mewujudkan desa ODF merupakan hasil kolaborasi  berbagai pihak antara lain YABN, Pemda, TP PKK, Sanitarian, Kader Kesehatan, dan Asosiasi Pengelola dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia (APPSANI).  Tim  tersebut melahirkan agen-agen perubahan perilaku di Kabupaten Tabalong.  Kegiatan dimulai dari rapat koordinasi lintas sektor, workshop STBM, sosialisasi di tingkat kecamatan, pelatihan teknik pemicuan, pelaksanaan pemicuan di desa-desa, dan pendampingan di lapangan.  Ibu Mimin, kader STBM menyatakan :” Tidak mudah mengubah perilaku warga untuk tidak BAB sembarangan, kami harus terjun langsung membantu membangun WC sehat sampai jam 12 malam. Kesadaran warga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami”

Hingga saat ini lebih dari 90 fasilitator tingkat kecamatan dan lebih dari 100 kader desa telah mengikuti pelatihan teknik pemicuan.  Jumlah WC sehat yang telah dibangun sudah mencapai lebih dari 300 unit baik yang dibangun sendiri oleh masyarakat atau melalui APPSANI.  Target untuk 2014 ini adalah terbebasnya 10 desa dari BAB sembarangan.  Sasaran jangka panjang adalah  terwujudnya Tabalong menjadi Kabupaten pertama di Kalimantan Selatan yang terbebas dari buang air besar sembarangan (ODF).

Comments