Teknologi STBM Ditampilkan Dalam Pameran Gelar TTG 2014

Teknologi Tippy TapDalam waktu dekat ini, 18-24 Juni 2014 Kementerian Dalam Negeri baru saja mengadakan acara tahunan pameran Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XVI.

Sama seperti tahun sebelumnya,  acara Gelar TTG yang berlangsung di Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur ini dipadati oleh ratusan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi mengatakan acara ini merupakan ajang bertukar pengetahuan dan penyebarluasaan informasi berbagai teknologi yang telah dihasilkan anak bangsa kepada masyarakat luas. “Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi pemberdayaan dan pendayagunaan TTG secara berkelanjutan, sehingga bisa menunjang pemberdayaan masyarakat,” katanya saat membuka acara tersebut (19/6).

Pada acara pameran gelar TTG sejumlah teknologi yang dihasilkan oleh anak bangsa diberbagai sektor turut ditampilkan. Adapun pada kesempatan kali ini, teknologi terkait sektor air minum dan sanitasi dipamerkan di stand Pokja AMPL Nasional yang terletak di Hall C.

Dalam acara tersebut Pokja AMPL Nasional menampilkan 6 Teknologi Tepat Guna terkait sektor air minum dan sanitasi. Diantaranya ialah Kran Misuh, Komposter Aerob Dengan Pengaduk Mekanik Skala Rumah Tangga, Reverse Osmosis, Tangki Septik Vermibio filter, Keramik Filter, dan Tippy Tap. Di mana, 4 diantaranya merupakan pemenang lomba TTG STBM dari Plan Indonesia.

Sebagai inovasi STBM pilar 2 (Cuci Tangan Pakai Sabun/CTPS), Kran Misuh merupakan inovasi kran cuci tangan yang menarik. Pasalnya, kran ini bisa menambahkan sabun secara langsung. Salah satu inovator Kran Misuh menyatakan bahwa alat ini diciptakan agar bisa mengantisipasi kemalasan serta faktor lupa masyarakat dalam mencuci tangan pakai sabun.

Selain itu, ada juga Tippy Tap yang merupakan sebuah inovasi alat CTPS di NTT. Dalam paparannya perwakilan Plan, Berince mengatakan, Tippy Tap merupakan inovasi alat CTPS yang dibuat dari alat dan bahan sederhana, seperti jirigen, tali, dan bambu.

Tippy Tap yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini diperkenalkan sejak tahun 2008 oleh Leslise orang relawan promosi dari Canada. Melihat keefektifan Tippy Tap sebagai alat CTPS sederhana yang mudah dibuat dan terjangkau rasanya tidak heran bila saat ini sebagian besar penduduk NTT sudah menggunakan Tippy Tap.

“Bahkan, kini hampir semua penduduk di daerah Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara sudah memiliki Tippy Tap di kediamannya masing-masing, ada yang diletakkan di halaman atau bagian belakang rumah,” terangnya saat menjadi narasumber pada acara mini talkshow Pokja AMPL Nasional tentang Tippy Tap (20/6).

Selanjutnya, teknologi STBM lain yang ditampilkan ialah Tangki Septik Vermibio filter yang merupakan teknologi pengolahan limbah dengan menggunakan media cacing sebagai pengurai. Dalam teknologi ini, reaktor vermibio filter dihubungkan dengan tangki septik, kemudian cacing dalam reaktor akan memakan limbah padat domestik yang ada di bak. Sebagai salah satu pemenang TTG STBM, teknologi ini diyakini sebagai salah satu teknologi jitu dalam pengolahan limbah cair rumah tangga. CMH

Comments