Deklarasi SBS Pertama di Aceh, Tingkatkan Semangat Untuk Kondisi Sanitasi Lebih Baik

aceh 1Desa Buket Tiga, Birem Bayeun, Aceh Timur terlihat nampak berbeda dari biasanya.  Sejak pagi, sebuah tenda besar berhiaskan renda berwarna merah putih telah berdiri di lapangan desa. Semua kemeriahan ini disiapkan untuk acara deklarasi Stops Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pertama di Aceh yang dilakukan didesa Buket Tiga.

Sekretaris Jenderal Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, H. M Subuh menyatakan, kedatangan kali ini bukan hanya untuk menghadiri deklarasi pertama SBS di Aceh saja, melainkan kunjungannnya ini juga dalam rangka meninjau daerah binaan Unicef terkait penyedian air bersih dan sanitasi yaitu sumur rehab dan jamban masyarakat yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

Dalam sambutanya, Sesditjen PP dan PL menyatakan, deklarasi SBS yang berlangsung sangat meriah ini merupakan momentum penting yang patut dibanggakan. Selain itu, acara ini juga diharapkan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari individu, keluarga, dan komunitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Aceh.

Selain itu, dalam paparanya H. M. Subuh juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, sanitarian, pemerintah daerah, serta beberapa pihak terkait lainnya seperti Pokja AMPL dan Unicef atas semua kerja keras dan dukungan dalam mewujudkan Aceh bebas buang air besar sembarangan, sehingga berhasil melakukan deklarasi SBS yang diikuti oleh 20 desa dari 12 kecamatan yang ada di wilayah Aceh Timur.

Adapun sejumlah pionir dari 20 desa tersebut ialah, Desa Buket Tiga, Desa Alue Nyamuk, Desa Paya Rambong, Desa Alue Gadeng Sa, Desa Alue Seuleumak, Desa Sarah Kayee, Desa Simpang Peut, Desa Seuneubok Aceh Baroe, Desa Matang Kumbang, Desa Keude Tuha, Desa Matang Seupeng, Desa Beusa Baroh, Desa Alue Batee, Desa Kuala Parek, Desa Sama Dua, dan Desa Ulee Glee.

aceh 2

Bukan hanya disampaikan oleh Sesditjen saja, apresiasi kepada masyarakat juga diungkapkan oleh Bupati Aceh Timur. Dia mengatakan, semua pencapaian baik ini tidak lepas dari peran aktif dan tekad kuat 10.851 jiwa masyarakat yang tersebar di 20 desa tersebut. Deklarasi ini menjadi satu bukti konkret komitmen warga untuk tidak lagi melakukan praktek buang air besar sembarangan.

“Adanya deklarasi SBS ini bukan berarti membuat Aceh Timur berhenti dalam meningkatkan kondisi sanitasi di wilayahnya. Sebab, masih ada 492 desa di 24 kecamatan yang belum ODF. Melalui acara deklarasi ini kami berharap akan semakin banyak lagi desa yang terpicu untuk melaksanakan deklarasi ODF di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur menyatakan bahwa pihaknya merasa sangat senang dengan adanya pendekatan STBM di wilayahnya. Pasalnya, banyak pembelajaran positif yang didapat dalam penerapan pendekatan tersebut.

Berangkat dari itu, Kadinkes menuturkan bahwa pendekatan STBM akan terus dilaksanakan dengan baik, sehingga kedepannya segala dampak positif dari STBM ini, mulai dari terciptanya desa sehat yang terbebas dari BABS, hingga meningkatnya angka kesehatan masyarakat bisa dicapai. Rahma/CMH

Comments