Desa Binangun Gelar Deklarasi ODF Pertama di Kota Banjar

deklarasiSebagai desa pertama yang berhasil melaksanakan deklarasi ODF di Kota Banjar, Jawa Barat, antusias memasyarakat Binangun dalam mengikuti deklarasi begitu terasa. Pagi itu, pada 10 Juni 2014 masyarakat terlihat berbondong - bondong mengunjungi kantor desa yang merupakan tempat pelaksanaan deklarasi ODF.

Menurut salah satu warga desa, bukan hanya acara deklarasi ODF saja yang menarik mereka untuk hadir, melainkan dalam acara ini kehadiran Ibu Walikota Banjar, Ade UU Sukaesih kekampung mereka juga menjadi hal menarik yang sayang untuk ditinggalkan. Di mana, kehadiranWalikota ini merupakan bentuk dukungan yang luar biasa atas deklarasi ODF pertama di Kota Banjar tersebut.

Mengawali paparannya, Ibu Walikota bertanya kepada beberapa masyarakat yang hadir mengenai STBM, di mana pertanyaan tersebut langsung disambut dengan jawaban penuh semangat dari warga yang hadir.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut Ibu Walikota juga menjanjikan bahwa siapa saja warga Banjar yang sudah membuat jamban, maka akan diberikan hadiah berupa sikat kamar mandi. Walaupun reward ini sangat sederhana, namun masyarakat Banjar tetap merasa terpicu dalam membangun sarana jamban tersebut. Pada acara tersebut, Ade UU Sukaesih juga turut menyaksikan pembacaan Deklarasi Stop BABS yang dipimpin oleh Lurah Binangun, Udung dengan penuh semangat.

“Sebelum tahun 2012 akses sanitasi di Desa Binangun baru mencapai sekitar 50% saja, sebagiannya masih merasa nyaman BAB di Balong, alasannya ialah sekalian memberi makan ikan” ujar Iis Hartati, salah satu kader RT 15 Binangun.

Menurutnya, program jamban sehat baru dimulai pada Desember 2012, dengan adanya pemicuan dari sanitarian bernama Imas. IIs mengungkapkan, saat awal pemicuan warga masih sangat sulit untuk merubah perilaku mereka. “Awalnya sulit sekali menggerakan perubahan masyarakat, paling hanya satu dua orang saja yang mau.”katanya.

Berangkat dari hal itu, Iis bersama para kader kesehatan lainnya pun langsung mencari ide untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat dengan mengembangkan arisan jamban dan bekerja sama dengan PNPM untuk membangun MCK dilokasi yang aksesnya masih rendah.

Tanpa disangka, swadaya masyarakat dalam pembangunan MCK ini sangat tinggi dan arisan jamban keluarga pun berjalan lancar. Ini merupakan awal perubahan yang dilakukan masyarakat Desa Binangun, setelah itu mereka akhirnya menerapkan aturan tidak boleh buang air besar di balong dan membongkar jamban di atas balong.

Perubahan perilaku hidup bersih dan sehat itu berlangsung hingga saat ini, di mana kini hampir semua penduduk Binangun yang berjumlah 4900 jiwa sudah bisa mengakses sarana sanitasi layak yang sehat.

Pada acara deklarasi ini, lurah Binangun menyampaikan bahwa rencana selanjutnya yang ingin dicapai ialah menjadikan desa ini sebagai desa STBM 5 pilar. Kata Lurah Binangun, Udung, arah untuk menjadi Desa STBM sudah meraka mulai. Di mana mereka telah mengelola sampah dengan dijadikan pupuk organik yang kemudian disalurkan untuk mengembangkan pertanian oleh KWT (Kelompok Wanita Tani), selanjutnya sampah anorganik juga sudah dikelola oleh Bank Sampah.

“Sedangkan untuk CTPS, kami juga sudah gencar melakukan penyuluhan pentingnya CTPS kepada masyarakat baik dilingkungan permukiman maupun di sekolah-sekolah,” terang Udung.

Kendati demikian, dia menyampaikan bahwa salah satu kendala yang dialami Binagun untuk menjadi Desa STBM adalah adanya kesulitan air bersih di beberapa RW.“Tetapi hal ini tidak menurunkan semangat kami, karena kendala tersebut akan segera diperbaiki dengan membangun sarana air bersih dari mata air yang kami miliki,” pungkasnya. Beti Sarneli, Koorprov STBM Jawa Barat

Comments