Pelatihan Monev STBM Berbasis Website dan SMS di Provinsi Nusa Tenggara Timur

IMG_20140916_065837_resized120140911_0912481

Pelatihan monev STBM berbasis Website dan STBM ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 10 sd 13 September 2014, bertempat di Hotel On The Rock Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, diikuti oleh 54 orang  peserta dari 21 kabupaten pamsimas dan non pamismas yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tujuan pelatihan ini adalah:

  1. Meningkatnya pemahaman peserta terhadap konsep dasar monev  STBM.
  2. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta mengenai instrumen sistem monitoring berbasis SMS.
  3. Meningkatnya ketrampilan peserta dalam menggunakan instrumen monitoring dan evaluasi dengan menggunakan website.
  4. Meningkatkan ketrampilan peserta menggunakan informasi monitoring untuk bahan evaluasi, analisis dan perencanaan

Peserta pelatihan ini adalah operator database Dinas Kesehatan Kabupaten dan Fasilitator STBM program PAMSIMAS Kesehatan, menggunakan dana APBN dan sharing dana dengan PLAN.

Pemandu berasal dari WSP-World Bank dan Korprov STBM program pamsimas kesehatan provinsi NTT.

Menurut pak Kadis Kesehatan, Bapak dr.Stefanus Baria Seran “Kegiatan ini (STBM berbasis Web dan SMS)  sebelumnya saya minta untuk Dinas Kesehatan Prov. NTT mempresentasikan di hadapan semua pejabat lingkup Dinas Kesehatan pada acara coffe morning, ternyata dari hasil presentasi yang dibawakan oleh Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Korprov STBM pamsimas, sangat luar biasa dan perlu dikembangkan secara bertahap sehingga kedepannya semakin sempurna".

“Di Indonesia, terutama di NTT model seperti kegiatan ini perlu dikembangkan dan diaplikasikan mengingat :

Wilayahnya yang luas baik luas lautannya maupun luas daratannya dan transportasinya masih cukup sulit.

Lewat model ini diharapkan kebutuhan data yang akurat dari tingkat puskesmas sampai ke tingkat pusat merupakan data yang akurat, dan dapat digunakan sebagai kebutuhan program yang bersangkutan maupun sebagai dasar pengambilan keputusan.

Harapan ke depan:

  1. Diperolehnya data terbaru, untuk itu perlu ada pengelola program yang terlatih dan bertanggungjawab.
  2. Pengelola data harus orang yang jujur dan terampil, karena mereka harus mengimput data baik tiap jam, tiap minggu , tiap bulan, tiap triwulan dan seterusnya.
  3. Pengelola atau operator data harus orang yang jujur dalam mengelola data (bukan asal memasukin data).

Sehingga data yang diperoleh berasal dari pengelola yang 1).PINTAR, 2).JUJUR, 3).RAJIN, 4).BERTANGGUNGJAWAB dan 5). BERSIH serta RAPIH” untuk itu peresta yang datang mengikuti pelatihan harus orang-orang pilihan yang di tunjuk” lanjut pak Stef….

Pada kesempatan pelatihan ini pula, kabupeten Lembata melakukan presentasi, tentang best practice yang telah dilakukan paska pelatihan Monev STBM berbasis Web dan SMS pada tahun 2013 lalu di Kupang. Best Praktice ini di harapkan dapat menjadi contoh dan pembelajaran bagi kabupaten lain sehingga dapat berbuat hal yang sama seperti kabupaten Lembata yang sudah melakukan update dan entry data 100 % data selalu konsisten.

Selain itu di kabupaten lembata,  fasilitasi data website STBM, di kawal oleh banyak pihak yaitu: Pamsimas, PLAN, Dinas Kesehatan serta Pokja AMPL, bahkan verifikasi data yang di collect dari petugas sanitarian di puskesmas oleh pamsimas dan PLAN selalu dilakukan oleh Pokja AMPL kabupaten,  baru kemudian data boleh di entry ke dalam website STBM.

Sangat di harapkan pelatihan ini berhasil sesuai dengan  harapan yaitu

  1. Terlaksananya bimbingan teknis atau Pelatihan Sistem Monev STBM berbasis SMS kepada peserta monitoring ditingkat Kab/Kec/Pusk.
  2. Terlaksananya entry data sanitasi 100%.
  3. Terlaksananya monitoring perkembangan program sanitasi secara optimal dan berkesinambungan.

Penulis:

  ibu dijah

 Siti Hadijah

Koordinator STBM Provinsi NTT.

Mobile   : 081237827967

Email    : dija_dije17@yahoo.com

BBM      : 7E942635

Comments