Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia v.s Pendidikan Anak sejak Dini

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.4_Cap_tangan

Pengumuman penunjukkan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia pada 15 Oktober dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008 di Stockholm seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB. Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya.

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun. Inisyatif ini dikumandangkan oleh PPWH, Kemitraan Swasta dan Publik untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan didukung oleh PBB.

Mencuci tangan saja adalah salah satu tindakan pencegahan yang menjadi perilaku sehat dan baru dikenal pada akhir abad ke 19. Perilaku sehat dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penurunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada negara-negara kaya (maju) pada akhir abad 19 ini. Hal ini dilakukan bersamaan dengan isolasi dan pemberlakuan teknik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi.

Mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan, namun hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan mencuci tangan dengan sabun. Menggunakan sabun dalam mencuci tangan sebenarnya menyebabkan orang harus mengalokasikan waktunya lebih banyak saat mencuci tangan, namun penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya. Didalam lemak dan kotoran yang menempel inilah kuman penyakit hidup. Efek lainnya adalah, tangan menjadi harum setelah dicuci dengan menggunakan sabun dan dalam beberapa kasus, tangan yang menjadi wangilah yang membuat mencuci tangan dengan sabun menjadi menarik untuk dilakukan.

Keterkaitan perilaku mencuci tangan dengan sabun dan penyakit diare, penelitian intervensi, kontrol kasus, dan lintas sektor dilakukan menggunakan data elektronik dan data yang terkumpul menunjukkan bahwa risiko relatif yang didapat dari tidak mencuci tangan dari percobaan intervensi adalah 95 persen menderita diare, dan mencuci tangan degan sabun dapat mengurangi risiko diare hingga 47 persen (Valerie Curtis:  Effect of washing hands with soap on diarrhoea risk in the community: a systematic review).

4_CTPS_jurnalasia_low

Sejak Dini, Sebaiknya Anak Sudah Diajari Cuci Tangan Pakai Sabun

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir memang sangat bagus untuk diri sendiri. Namun sayang, masih sedikit orang yang mau melakukannya, terutama orang dewasa.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Lily S. Sulistyowati, MM mengatakan,  mengubah perilaku untuk CTPS di kalangan dewasa terbilang susah. Karena itu, sejak dini anak-anak sebaiknya sudah diajari.

"Kebiasaan seperti ini memang harus selalu didengungkan. Terlebih untuk anak-anak. Pada dasarnya, mengedukasi dan membiasakan CTPS sejak dini, lebih mudah ketimbang mengubah perilaku ketika dewasa," kata Lily S Sulistyowati  dalam acara 'Dukung Anak NTT Capai Usia 5 Tahun' di the Cone fX Sudirman, Jakarta.

Lebih lanjut Lily mengatakan, yang terpenting dan harus selalu diingat  adalah menerapkan kepada anak-anak untuk cuci tangan pakai sabun dalam 5 waktu yang pas. "Kalau cuci tangan sesuai 5 waktu ini, anak-anak akan terhindar dari penyakit diare itu," tambahnya.

Lima waktu yang harus selalu diingat untuk cuci tangan pakai sabun adalah sebelum dan sesudah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB), sebelum dan sesudah makan, sesudah bermain, dan sesudah melakukan aktivitas apa pun. Untuk itu, sosialisasi cuci tangan pakai sabun memang dianjurkan.

(Sumber:  Wikipedia, Liputan6, Detik, Promkes-Depkes).

Comments