Deklarasi STOP BABS Di Kab. Bangka Tengah, Bupati Memberi Reward 50 Juta Per Desa

Kab. Bangka Tengah Provinsi Kep. Bangka Belitung pada Rabu, 12 Nopember 2014 bertempat di Gedung Serba Guna Koba yang dihadiri oleh Bupati, Ketua DPRD, Anggota DPRD, Sekda, Kepala SKPD, Staf Ahli, Kepala BPJS Provinsi Pangkal Pinang, Dinkes Provinsi, Korprov STBM dan DMC Pamsimas, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Sanitarian serta undangan lainnya melaksanakan Deklarasi Akbar STOP BABs, sekitar 200 peserta hadir pada acara tersebut.

Deklarasi SBS Kab Bangka TengahTercatat 11 Desa yang dinyatakan terbebaskan dari perilaku BABs, yaitu : Desa Lubuk Besar, Desa Lubuk Lingkuh, Desa Kulur, Kelurahan Koba, Kelurahan Arum Dalam, Desa Cambai Selatan, Desa Kerantai, Desa Jeruk, Desa Katis, Desa Benteng dan Desa Mongkol. Kab. Bangka Tengah tercatat telah melaksanakan Deklarasi yang ke-3 sehingga total desa yang telah STOP BABs sebanyak 19 dari 63 Desa/Kel di 6 Kecamatan yang ada, sehingga capaian Desa/Kel yang sudah STOP BABs sebanyak 30%.

Bupati Bangka Tengah meminta, tidak hanya kepada Dinas Kesehatan tapi seluruh pihak dan masyarakat agar ditahun depan dapat mencapai target 80% Desa/Kel di Kabupaten Bangka Tengah yang terbebas dari perilaku BABs. Sebagai “reward”, Bupati memberikan dana sebesar 50 juta kepada 11 Desa yang telah STOP BABs diluar dari dana ADD. Sebuah apresiasi yang luar biasa atas kerja keras dan kerja sama dalam meraih predikat desa Stop BABs. Peran berbagai pihak seperti sanitarian dan kepala desa beserta perangkatnya merupakan kunci utama dalam kesuksesan tersebut.

Menurut penuturan salah satu kepala desa yang hadir dalam deklarasi menyatakan, setelah sanitarian memberikan pemicuan dan penyuluhan maka tugas selanjutnya adalah peran dan tanggung jawab Kepala Desa beserta perangkatnya.

Dimana kepala desa mendorong dan memotivasi serta menggerakan masyarakat untuk melakukan perubahan, mulai dari arisan jamban, bergotong royong dan atau swadaya untuk membangun jamban sekaligus mengubah perilaku BABs.

Deklarasi SBS Kab Bangka Tengah (2)Hal ini diperkuat oleh Kasi P2PL Ain Anggara, bahwa proses pemicuan pemberdayaan ini merupakan proses yang tidak singkat karena butuh tekad, keyakinan dan semangat serta komitmen pihak Desa untuk melaksanakan dan mengawasi, hingga akhirnya masyarakat terpicu dan muncul kesadaran serta kebutuhan untuk berubah sehat dan bersih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan arahan dan himbauan bahwa kesuksesan STOP BABs dimulai dari generasi penerus, salah satunya melalui pendidikan dan lagu-lagu yang mampu menggugah orang tua untuk tidak BABs. Untuk itu perlu menggandeng Dinas Pendidikan dalam melakukan dan mensukseskan pendekatan STBM di sekolah. Dengan demikian anak sekolah yang telah dibekali pemahaman dapat menyampaikan ke orang tua mereka.

Selanjutnya Kades senantiasa men-support masyarakatnya untuk tidak BABs sehingga timbul rasa malu. Pada 2015, khusus desa – desa dipesisir pantai harus diprioritaskan STOP BABs, seperti : Desa Guntung, Kerentang, Penyak, Kurun Barat, Kurun Timur, Baskara Bakti, Kayu Besi, Kajeng Gunung, Batu Belubang dan Desa Kebinting. Dikarenakan kawasan tersebut nantinya akan dibangun taman – taman dan track sepeda.

Diharapkan masyarakat harus mandiri dan bersama – sama memikirkan keberlanjutan perubahan perilaku STBM. Kedepan STOP BABs merupakan investasi bagi Kab. Bangka Tengah karena 2015 merupakan tahun dibangunya Dermaga sebagai lintasan dan tempat singgah Kapal Pesiar dari Singapore. Semua MOU telah ditanda tangani dan sekitar 2500 – 3000 pertahun wisatawan asing akan berlabuh di Kab. Bangka Tengah, sehingga tidak ada lagi masyarakat di sepanjang pesisir pantai yang melakukan BABs.

(Korprov STBM Prov. Kep. Babel; HK)              

Comments