Geliat STBM di Sumedang: Gaungkan Minimarket "Grandung Sanitas"

Sumedang sebagai pioneer STBM di wilayah Jawa Barat, tak berhenti dengan hanya melakukan perubahan perilaku masyarakatnya untuk membuang jauh-jauh perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), yang capaian akses sekitar 92% (sumber:  www.stbm.kemkes.go.id). Berkiblat kepada penguatan 3 komponen STBM yakni penciptaan DEMAND, peningkatan SUPPLY, dan Penguatan ENABLING, Sumedang tidak puas sampai disana. Dengan mulai bergaungnya cita-cita Menuju Capaian Universal Akses tahun 2019, Sumedang lebih memberi perhatian lebih untuk meningkat capaian jamban layak-nya (Jamban Sehat Permanen/ JSP) yang baru 62,5%, artinya masih ada gap sekitar 29,5% dari capaian akses sanitasinya. Sebagai salah satu upaya program pemenuhan sanitasi di Kabupaten Sumedang, Dinas Kesehatan khususnya seksi Kesehatan Lingkungan bersama POKJA AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) memprioritaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai salah satu indikator kinerja program sanitasinya.

Sejak 2006 bergerak melakukan pemicuan CLTS (Community Led Total Sanitation) untuk mengajak masyarakat berubah perilaku BAB ke tempat tertutup dan sehat, lalu konsisten mengkampanyekan 5 pilar STBM ke seluruh pelosok Kabupaten Sumedang bersama – sama tim Kabupaten, Kecamatan (unsur kecamatan dan Puskesmas) sampai desa bersama kader – kader STBM, hingga menghasilkan 142 desa dari 283 desa / kelurahan yang ada telah mendeklarasikan sebagai desa Stop BAB sembarangan (dalam artian secara akses masyarakat telah BAB pada tempat tertutup meski belum memiliki sarana jamban sendiri).

3 komponen STBM telah diupayakan terlaksana di Kabupaten Sumedang yaitu:

  1. Enabling (dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang), antara lain : Perbup terkait terbentuknya POKJA AMPL sebagai wadah ad hoc pusat koordinasi, pusat informasi dan pusat penyedia segala bentuk kebutuhan sanitasi masyarakat Sumedang, Perbup terkait STBM, Rencana Aksi Daerah Air Minum Penyehatan Lingkungan, Perbup terkait STBM dalam SPM (Standar Pelayanan Minimal) kinerja Dinas Kesehatan, Peningkatan kuantitas dan kualitas perencanaan terkait air minum dan penyehatan lingkungan (Buku Putih Sanitasi, Strategi Sanitasi Kabupaten dan juga Memorandum Sektor sanitasi) dimana keseluruhan enabling tersebut diharapkan dapat lebih mendorong tercapainya Universal Akses Air Minum dan Sanitasi di Kabupaten Sumedang tahun 2016 – 2019.
  2. Demand, melalui pemicuan CLTS secara terus menerus dan keberlanjutan dengan kampanye STBM
  3. Supply yaitu penyediaan sarana kebutuhan sanitasi masyarakat dengan berbagai opsi pilihan model dengan harga terjangkau dan berbagai opsi pilihan pembayaran.
gunting_pita1

Sejak 2012 telah digulirkan sebuah program Pasar Sanitasi berbasis kelembagaan dengan nama GANDRUNG SANITAS POKJA AMPL Sumedang, dan telah dilatih pula calon wirausaha sanitasi yang tersebar di 283 desa / kelurahan yang ada di Kabupaten Sumedang.

Pasar Sanitasi ini diharapkan dapat menyediakan berbagai kebutuhan sarana sanitasi masyarakat mulai dari :

  • Opsi pilihan model jamban dengan Merk JARODANG (Jamban Orang Sumedang) dengan opsi pilihan hargakunjungan masyarakat di pasar sanitasi1
  • Opsi pilihan model sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  • Opsi pilihan model Teknologi Tepat Guna Pengamanan Air Minum (Air mentah langsung minum tetapi murah dan sehat), juga pilihan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang aman dan sehat antara lain pengganti borak dan formalin dll
  • Opsi pilihan model pengamanan sampah rumah tangga ( model tempat sampah terpilah, model komposter, dll) juga menyediakan workshop pengolahan sampah
  • Opsi pilihan model pengamanan limbah cair rumah tangga.
TTU-resto Cibimbin1

Perlahan tapi pasti Pasar Sanitasi Gandrung Sanitas POKJA AMPL telah berjalan aktif dan cukup diminati oleh masyarakat berbagai kalangan yang mulai paham akan pentingnya air minum dan sanitasi yang layak.

Disadari bahwa STBM atau air minum dan sanitasi yang layak bukan hanya menjadi kewajiban masyarakat umum saja tetapi juga para pelaku / penanggung jawab Tempat – Tempat Umum seperti Hotel, Kolam renang, sekolah dll juga para pelaku / penanggung jawab Tempat Pengelolaan Makanan seperti Rumah Makan, Restoran, catering, Kantin dll.

Bekerja sama dengan RM. Saung Cibimbin 3 Jl. Kutamaya no 23 Sumedang,

Minimarket Sanitasi cabang Gandrung Sanitas Pokja AMPL Sumedang telah dilaunching dan diresmikan pada hari Senin, 29 Desember 2014 oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Drg.H.Agus Seksarsyah Rasjidi, MKes selaku Ketua Pelaksana Harian POKJA AMPL Kabupaten Sumedang.

Semoga dapat lebih mempermudah akses masyarakat Sumedang yang memerlukan berbagai sarana sanitasi khususnya 5 pilar STBM, dengan berbagai opsi pilihan pembayaran pula antara lain cash/ kontan, cicilan maupun dengan tabungan sampah.

Satu pertanyaan penting : Sudahkah kita  menerapkan 5 pilar STBM di rumah kita sendiri? Sebagai salah satu upaya pengendalian factor risiko kejadian penyakit menular berbasis lingkungan.

Jika belum…..silakan kunjungi Pasar Sanitasi Gandrung Sanitas POKJA AMPL di Gd Bapeda II lantai I – Kantor Induk Pusat Pemerintahan dan  / Minimarket Sanitasi Cabang gandrung Sanitas Pokja AMPL di RM Saung Cibimbin 3 Jl. Kutamaya no 23 Sumedang.

STBM – Lebih Bersih – Lebih Sehat...

Mari wujudkan Sumedang sehat sejahtera mandiri melalui STBM. <AR>

Ditulis oleh:  Ekki Riswandiyah, SKM (Kasie Kesling Dinkes/ Sekretaris Umum Pokja AMPL Sumedang)

Comments