Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan Tempat Desa Manda dan Desa Airgaram Kecamatan Bugi Kabupaten Jayawijaya

Komitmen kuat dan WC Model Honai menghantarkan Desa Manda dan Desa Airgaram District Bugi sebagai Desa Pertama SBS di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

bugi 1

Desa Manda dan Desa Airgaram District Bugi di Kabupaten Jayawijaya, mendeklarasikan sebagai desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), pada Jum’at, 30 Januari 2015 di Desa Manda, District Bugi, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

bugi 3Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, drh. Wilfried H. Purba, MM., M.Kes, Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL F. Eko Saputro, SKM, M.Kes, Kasubag Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL Bunga Mayung D. L.,SKM,M.Kes, Kepala KKP Kelas II Jayapura Nehemia Salamahu, S.Sos, M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beeri I. S Wopari, Sekretaris Daerah Pemerintahan Daerah Jayawijaya Yohanes Walilo dan SKPD terkait, Manager Wahana Visi Indonesia Regio Papua Charles Sinaga dan jajarannya,Kepala District Bugi, Kepala Desa Manda, Kepala Desa Airgaram.

Siang itu cuaca begitu cerah, tarian anak-anak Desa Manda dan Desa Airgaram menyambut hangat kedatangan rombongan Kemenkes RI dan undangan. Pada acara deklarasi SBS tersebut, antusiasme dari undangan lain begitu tinggi terha dap acara ini, karena mampu membuktikan dan berkomitmen kuat bahwa Kabupaten Jayawijaya bisa mendeklarasikan Desa Manda dan Desa Airgaram sebagai Desa SBS dengan pendampingan dari WVI.

bugi 7Acara deklarasi tersebut juga ditandai dengan pembacaan dan  penandatangan pernyataan masyarakat Desa Manda dan Desa Airgaram dihadapan masyarakat Desa Manda, Desa Airgaram dan para undangan oleh kedua kepala desa tersebut yang berisi tiga point yaitu masyarakat tidak melakukan buang air besar sembarangan selain di WC, jika ada yang buang air besar sembarangan akan terkena denda Rp300.000 baik itu orang dewasa maupun anak kecil, dan masyarakat siap jika status bebas buang air besar sembarangan akan dicabut jika dua ketentuan sebelumnya dilanggar. Proses tersebut dibacakan juga dalam bahasa daerah setempat sehingga dapat dipahami oleh masyarakat desa Manda dan Air garam.

Terakhir dilakukan penyerahan sertifikat SBS oleh Sekda kepada Kepala Desa Manda dan Kepala Desa Airgaram serta penyerahan Piagam Penghargaan SBS Direktur Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan RI kepada Kepala Desa Manda dan Kepala Desa Airgaram. (Rostia)

Comments