WC Model Honai Mengantarkan Desa Manda & Airgaram, Kecamatan Bugi Kabupaten Jayawijaya Menggapai SBS

Pada acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Manda dan Desa Airgaram Kecamatan Bugi Kabupaten Jayawijaya, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, Direktur Penyehatan Lingkungan, drh. Wilfried H. Purba, MM., M.Kes, Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar F. Eko Saputro, SKM, M.Kes, Kasubag Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL Bunga Mayung D. L.,SKM,M.Kes, Kepala KKP Kelas II Jayapura Nehemia Salamahu, S.Sos, M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beeri I.S Wopari, Sekretaris Daerah Pemerintahan Daerah Jayawijaya Yohanes Walilo dan SKPD terkait, Manager Wahana Visi Indonesia Regio Papua Charles Sinaga dan jajarannya, Kepala District Bugi, Kepala Desa Manda, Kepala Desa Airgaram berkesempatan melakukan kunjungan ke beberapa WC yang telah dibangun oleh masyarakat desa pasca pemicuan.

Rombongan didampingi oleh Bapak Yali yang memberikan penjelasan tentang proses pembangunan WC dengan menggunakan bahan lokal tanpa subsidi. Pembangunan WC ini tidak menggunakan semen dan paku. WC yang dibuat terinspirasi oleh model honai yang tidak menggunakan paku dan semen. Masyarakat menggunakan bahan yang mudah didapat, seperti alang-alang sebagai atap, kayu sebagai dinding dan abu dapur hasil pembakaran tungku yang disiram air mendidih sebagai pengganti semen untuk membuat lantai WC. Selain WC model honai, juga dibangun sarana cuci tangan yang unik, dengan menggunakan tali yang menghubungakan antara jerigen yang berisi air dengan kayu pijakan sehingga jika menginjak kayu tersebut air yang terdapat pada jerigen akan mengalir keluar.

Komitmen yang kuat dari masyarakat desa, pemuka adat dan tokoh agama serta penggunaan WC model honai mengantarkan 24 KK Desa Manda dan 19 KK Desa Airgaram SBS sebagai KK yang SBS.

honai 1-horz

Charles Sinaga menyatakan, “keberhasilan Desa Manda dan Desa Airgaram sebagai desa SBS merupakan hasil kerja keras dan komitmen yang kuat dari pemuka masyarakat, pimpinan gereja, kepala district, kepala desa serta warga desa Manda dan Airgaram sedangkan WVI sesungguhnya hanyalah merupakan salah satu sistem dari sekian sistem yang begitu besar yang berada ditengah-tengah masyarakat di wilayah ini sebagai pendamping”.

honai 4Charles juga menambahkan bahwa hasil kerja keras ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya, begitu juga dari Sekretariat STBM tingkat provinsi maupun di tingkat nasional yang memberikan dukungan dan terutamanya para tokoh masyarakat setempat.

Saya melihat bahwa ini suatu proses yang sangat baik, kalo saya katakan bahwa kedua desa ini perlu kita dorong menjadi pusat pembelajaran bagi desa-desa sekitar. Dokumentasi seluruh  proses yang kita lakukan disini ini bisa menjadi sebuah kajian yang begitu sangat dalam menjadi studi yang baik bagi para dunia universitas tentang pergerakan yang terjadi di masyarakat sebab apa yang terjadi di kita sering kali kita sudah membuat sebuah penilaiaan bahwa di masyarakat desa itu tau apa tetapi cara berpikir seperti itu ditolak dengan melihat apa yang terjadi di kedua desa ini..ini menjadi suatu kajian yang sangat menarik”, tuturnya.

Charles juga mengajak Pemerintahan Daerah Jayawijaya melalui Sekretaris Daerah untuk melakukan tindak lanjut mereplikasi inisiatif yang telah dilakukan masyarakat Desa Manda dan Airgaram untuk  dikembangkan di desa-desa terdekat di tempat ini sehingga melalui gerakan seperti ini kita akan menghadirkan Wamena yang sehat, masyarakat yang sehat, dan anak-anak yang akan meraih masa depan yang lebih baik. Karena sesungguhnya inilah yang menjadi arah pembangunan WVI yang konsisten hingga sekarang pelayanannya fokus pada anak dan menitikberatkan pada kekuatan ditengah-tengah masyarakat, pungkasnya.

honai 5Mewakili Bupati Jayawijaya, Yohanes Walilo, Sekretaris Daerah Jayawijaya mengemukakan  apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Dirjen dan rombongan dengan perjalanan yang cukup jauh, suatu hal yang kita bersyukur, Bapak Dirjen punya perhatian khusus kepada Kabupaten Jayawijaya khususnya masyarakat Manda dan Airgaram.  Pemerintah Jayawijaya juga memiliki beberapa program, khususnya program kesehatan oleh SKPD terkait atau teknis. Keterbatasan yang ada yaitu wilayah yang cukup luas dengan jumlah mencapai 40 district dan lebih dari 332 kampung dengan 4 kelurahan, oleh karena itu dengan kemampuan yang ada, kami bekerjasama dengan beberapa NGO untuk memberikan pendampingan dalam rangka mempercepat proses perkembangan pertumbuhan di masing-masing district dan kampung yang ada.

“Saya harapkan kepada masyarakat desa Manda dan Airgaram bahwa program seperti ini kedepan mari kita terima kita laksanakan sesuai dengan kearifan lokal yang ada disini,  sehingga Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya ini menjadi kabupaten yang lebih baik lagi ke depan” tegas nya.

Sementara itu dr. H. Mohamad Subuh, pada kesempatan tersebut menyatakan, ketertarikan untuk datang ke Desa Manda dan Desa Airgaram, karena terdapat sesuatu yang unik, dimana masyarakat mempunyai satu inovasi dan niatan untuk hidup sehat.

honai 6Subuh melanjutkan, “kalau kita punya niat yang baik, kerjasama yang baik, perhatian yang penuh kita bisa untuk hidup sehat perlu kita catat bersama-sama disini bahwa untuk hidup sehat itu mudah sebenarnya jadi yang diurus oleh orang kesehatan itu hanya 30% saja  tetapi banyak yang diurus oleh masyarakat itu 70% karena apa, karena 40% adalah bagaimana kita bisa menjaga lingkungan kita sehat, 30% bagaimana kita bisa berprilaku sehat sehingga 70% lingkungan bisa sehat prilaku bisa sehat maka sehatlah kita..”

“Kita sudah buktikan kita lihat lingkungannya bersih sekali dan asri sekali, kita berikan penghargaan kepada Kepala Desa Manda maupun Kepala Desa Airgaram yang bisa menggerakan masyarakatnya untuk bersama-sama hidup sehat. Salah satu kegiatan partisipasi yang dipicu oleh teman-teman dari WVI kemudian dari Dinas Kesehatan mungkin juga dari pusat adalah bagaimana masyarakat disini bisa memanfaatkan teknologi dalam rangka untuk membangun sanitasi, ini sudah terwujud”, jelas  Subuh.

Subuh juga mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan ini berkelanjutan. Pemerintah Jayawijaya dapat menggerakkan lintas sektoral bersama serta mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Manda dan Desa Airgaram ke seluruh kecamatan di Jayawijaya, jadi tidak perlu belajar di Jawa, Pemerintahan Daerah dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan kemudian bisa mendeklarasikan tingkat kecamatan.

honai 7“Kita berkeinginan bahwa intervensi program-program yang sebenarnya ramah lingkungan, murah dan memang dari masyarakat sendiri. Itulah yang benar-benar kita harapkan mudah-mudahan kegiatan ini bisa dikembangkan di Kecamatan desa lain di kabupaten Jayawijaya. Untuk itu sekali lagi saya memberikan suatu penghargaan yang besar sekali kepada seluruh aparat desa, kelurahan maupun kecamatan yang bersama-sama bisa melakukan aktivitas ini mudah-mudahan dengan aktivitas seperti ini kita bisa mencegah dan menghilangkan beberapa penyakit menular. Kita senantiasa melakukan evaluasi terhadap kegiatan ini secara bersama-sama agar bisa lebih baik lagi di kemudian hari”, ungkap Beliau. (Rostia; HK)

Comments