LJJ Fasilitator STBM mengantarkan terciptanya SDM yang berkualitas

FullSizeRender

Pakuan 2 Ballroom Amarossa Royal Hotel menjadi saksi terselenggaranya kegiatan review draft kurikulum modul pelatihan jarak jauh fasilitator STBM tahap 2 serta evaluasi pelatihan-pelatihan STBM. Workshop yang diselenggarakan pada 6 – 8 April 2015, diantaranya dihadiri oleh Direktorat Penyehatan Lingkungan, Pusdiklat Aparatur, Badan PPSDM Kesehatan, Pusdiklat Nakes, Widyaiswara, Bapelkes Cikarang, Sekretariat STBM, WSP, IUWASH, SNV, YPCII, UNICEF serta MCAI.

Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Deviana Reza (PPSDM), Ibu Yulita Suprihatin (Sekretariat STBM-Dit.Jen PPPL) dan Bapak I Nyoman Oka (WSP) telah berhasil memacu semangat peserta workshop dan menghasilkan beberapa output, diantaranya:

Review draft kurikulum modul Pelatihan Kombinasi Online dan-Ofline  STBM. Review menghasilkan masukan perbaikan untuk draft kurikulum dan modul model pelatihan STBM 2 tahap yaitu online (tahap 1) dan offline (tahap 2) dan merekomendasikan segera dilakukan akreditasi dan ujicoba pelaksanaan tahap 2 dari model tersebut secepatnya. Mengevaluasi peserta Belajar Mandiri STBM (www.elearning.stbm.kemkes.go.id) atau peserta tahap 1 (online) yang terbanyak berasal dari Sulawesi Tengah, maka ujicoba direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei di kota Palu. Seleksi akan segera dilakukan bagi peserta yang berminat untuk mengikuti tahap 2 dan pengelola pelatihan STBM masih membuka kesempatan bagi peminat STBM untuk menyelesaikan modul online fasilitator STBM hingga awal Mei untuk dapat diikutkan di dalam seleksi peserta tahap 2. Peserta yang menyelesaikan tahap 2 dengan baik akan mendapatkan sertifikat terakreditasi dari Badan PPSDM Kesehatan.

Analisis tantangan, hambatan dan pembelajaran isu-isu strategis. Pertemuan telah merumuskan beberapa isu strategis terkait penyelenggaraan pelatihan STBM, diantaranya pelatihan jarak jauh STBM, mekanisme akreditasi dan sertifikasi pelatihan, identifikasi awal pola hubungan penyelenggaraan pelatihan terakreditasi antara Kemenkes-Bapelkes-Dinkes-Mitra (pusat dan daerah), persiapan untuk memastikan kualitas kelulusan peserta, evaluasi dampak pasca pelatihan, serta optimalisasi peran dan kompetensi fasilitator STBM .

Rekomendasi terkait pengembangan jumlah dan kualitas SDM. Pengembangan jumlah dan kualitas SDM dalam konteks STBM masih menjadi tantangan dalam mencapai target akses universal air minum dan sanitasi 2019. Dalam rangka penyediaan SDM tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Secara singkat, pertemuan ini memberikan beberapa rekomendasi, diantaranya: 1) menggunakan taksonomi bloom untuk menetapkan tujuan pelatihan dalam kurikulum, 2) mengganti nama kurikulum modul Pelatihan Jarak Jauh (LJJ) STBM menjadi kurikulum modul pelatihan Fasilitator STBM kombinasi online-offline, 3) melakukan redesign pelatihan LJJ sesuai dengan standar Badan PPSDM Kesehatan, 4) memformulasi desain dan model promosi dan pemberian insentif, termasuk melalui jalur institusi pendidikan, 5) penyebarluasan informasi tentang syarat-syarat akreditasi pelatihan dan prosedur dan mekanisme pengajuan penerbitan sertifikat melalui berbagai metode, 6) Semua proses pengajuan akreditasi pelatihan STBM dan penerbitan sertifikat, baik yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan maupun mitra-mitra pendukung diajukan kepada PPSDM Kesehatan melalui Direktorat Penyehatan Lingkungan (PL), 7) Direktorat PL mengajukan permohonan untuk penyelenggaraan diklat Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) kepada pusdiklat Aparatur untuk kebutuhan evaluasi pasca pelatihan STBM serta mengkoordinir mitra yang berminat mengikuti diklat EPP dan 8) Direktorat PL mengajukan permohonan untuk penyelenggaraan pelatihan Tenaga Pelatih Program Kesehatan (TPPK) dan pelatihan pengendali diklat kepada Pusdiklat Aparatur untuk kebutuhan fasilitator dan MOT STBM serta mengkoordinir mitra yang berminat mengikuti TPPK dan pelatihan pengendali diklat.

Evaluasi penyelenggaraan pertemuan atau yang lebih dikenal dengan fish bowl, menjadi ajang terakhir dalam workshop ini. Dimana semua peserta undangan diwajibkan untuk mengungkapkan sesuatu terkait: kesuksesan kegiatan; hambatan dan kontribusi dalam berpartisipasi; pembelajaran yang diperoleh serta dukungan lanjut untuk mendukung universal access 2019. Semoga dengan terselenggaranya workshop ini menjadi awal untuk mencetak SDM yang berkualitas demi mencapai Universal Access 2019. (HK; Rahmi)

Comments