Kebangkitan Kota Dumai Menuju Universal Akses 2019

IMG_3980Bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 tahun 2015, Kota dumai yang dilaksanakan  pada hari Rabu tanggal 20 mei 2015 juga dilaksanakan  Deklarasi SBS Kelurahan Dumai Kota yang juga sebagai pendobrak bagi kelurahan lainnya untuk dapat mendeklarasikan kelurahan SBS di kota Dumai.

Berdasarkan  data dinas Kesehatan  masih terdapat 25% masyarakat  kota dumai yang belum akses dan memiliki jamban yang layak (Jamban Sehat Permanen), hal ini tentunya berdampak terhadap timbulnya berbagai masalah kesehatan bagi masyarakat itu sendiri khususnya penyakit yang terkait dengan lingkungan.

Dalam  kurun  waktu  2012  hingga  2015  Dinas  kesehatan  kota  dumai  telah  melaksanakan  kegiatan  pemicuan  dan kegiatan kampanye hygiene sanitasi dan kegiatan kampanye CTPS di masyarakat dan sekolah di 31 Kelurahan dari 33 Kelurahan yang ada di Kota Dumai.

Kelurahan Dumai Kota melalui peran sanitarian, Lurah, Aparat RW dan RT terus bergerak dan mengkampanyekan arti pentingnya sanitasi di tengah masyarakat dimana pada saat pemicuan awal oktober 2014 di ketahui masyarakat yang akses sanitasi baru 1.893 KK dari 2491 KK atau 76 % dan saat ini masyarakat akses jamban sehat permanen ( JSP ) sebanyak 2476 KK atau 99,39%.

IMG_3986Dalam   sambutannya  Kepala   Kejaksanaan  Negeri   Kota   Dumai   yang   bertindak   selaku   Inspektur   Upacara menyampaikan  beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi seluruh masyarakat kota dumai antara lain:

  • Kesehatan Bukan Segalanya, tapi tanpa kesehatan segala-galanya  tidak berarti.
  • Terus tingkatkan kualitas kesehatan dan lakukan upaya pencegahan agar tidak sampai jatuh sakit,karena mencegah itu lebih murah dan lebih mudah daripada mengobati. 
  • Jaga dan Peliharalah Sarana Air Minum dan Sanitasi yang telah dibangun karena menjaga dan memelihara itu sama pentingnya dengan membangun.
  • Hari kebangkitan ini menjadi momen bagi seluruh masyarakat kota dumai untuk bangkit dari kondisi sanitasi yang kurang baik sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Deklarasi yang disampaikan di hadapan Wakil Wali Kota Dumai dr. Agus Widayat langsung dibacakan oleh perwakilan masyarakat kelurahan Dumai Kota ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah ini terlihat dari penyampaian Surat Edaran Walikota Dumai Nomor : 443.5 / Dinkes-PL/IV/15/531 tentang Upaya Akselerasi  Pencapaian  Kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan ( SBS ) kepada Camat, Kepala Puskesmas dan Lurah Se – Kotamadya Dumai.

SE DumaiDalam Surat Edaran Walikota tersebut walikota mengintruksikan  kepada seluruh camat dan lurah agar :

  1. Menghimbau seluruh warga untuk tidak buang air besar sembarangan baik di sungai,parit,kebun dan tempat lainnya yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan vektor penyakit
  2. Mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pemicuan STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan monitoring pasca dilakukannya pemicuan sehingga terlihat perkembangan akses jamban disetiap kelurahan.
  3. Berkoodinasi dan bersinergidengan  seluruh pihak seperti program PNPM,CSRdari  setiap perusahaan dan donatur lokal terkait dalam upaya menjadikan kelurahan yang ada di kota Dumai menjadi kelurahan Stop Buang Air Besar Semberangan ( SBS ).
  4. Membuat larangan secara resmi dengan menempatkan papan media yang bertuliskan “ Dilarang Keras Buang Air Besar Sembarangan demi kesehatan dan kebersihan lingkungan kita bersama” di lokasi – lokasi yang masih banyak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
  5. Mengupayakan Agar setiap kelurahan secara bertahap untuk mendeklarasikan dan mengikrarkan wilayah yang telah Stop Buang Air Besar Sembarangan ( SBS ) yang dapat memotivasi wilayah lain.

Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Juliana, SKM menyampaikan  bahwa Dinas kesehatan  tidak  berhenti  sampai  dengan  pendeklarasian   ini  saja  tetapi  akan  terus  mengembangkan   kegiatan  – kegiatan lingkungan yang dapat mendongkrak perubahan perilaku masyarakat khususnya terhadap akses sanitasi layak sehingga nantinya Kota Dumai menjadi Kota yang Stop Buang Air Besar Sembarangan ( SBS ).

Selanjutnya Juliana juga menyampaikan bahwa saat ini dinas kesehatan juga mengembangkan penggunaan jamban Tripikon-s  untuk daerah daerah pesisir yang berbatasan  langsung  dengan perairan laut dan Untuk Kelurahan  Dumai Kota juga akan dipersiapkan  untuk Lomba Desa STBM yang dilaksanakan  Oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada Bulan Juni 2015 nantinya. <AR>

Sumber berita:  dinkesriau.net

Ditulis oleh Agus Supriyanto/ Doli Weisya (Korprov  Riau/ Faskab STBM Dumai )

Comments