Deklarasi SBS 13 Desa di Kabupaten OKI

foto OKI 1

Tiga belas kepala desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendeklarasikan masyarakatnya telah Stop Buang Air Besar Sembarangan dan telah memiliki akses jamban sehat. Deklarasi ini bisa terjadi berkat kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang dipusatkan di desa Jaya Bhakti Kecamatan Mesuji, senin (25/5) kemarin.

PLT Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes., mengatakan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan bukanlah hal yang mudah “Perlu komitmen semua lapisan masyarakat dan dukungan kongkrit dari pemerintah daerah, untuk bisa mencapai kondisi Stop Buang Air Besar Sembarangan atau yang biasa di sebut SBS; deklarasi ini sebagai pernyataan bahwa perilaku buang air besar sembarangan sudah tidak lagi di lakukan masyarakat, kita mengapresiasi komitmen ini, " ujar Ekowati.

Bupati Kabupaten OKI, Iskandar, SE., turut hadir menyaksikan acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan menyampaikan bahwa selain pembangunan infra struktur fisik, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi salah satu prioritas utama pembangunan pada masa kepemimpinanannya di bidang sanitasi, khususnya masyarakat di pedesaaan. Beliau mengatakan air bersih akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat melalui STBM. Lewat program ini Bupati meminta peran aktif  seluruh camat, lurah dan kepala desa memberikan sosialisasi dan motivasi pada masyarakat akan pentingnya sanitasi.

Adapun 13 desa yang deklarasi tersebut adalah 6 desa dari Kecamatan Mesuji (Desa Jaya Bhakti, Desa Kota Baru, Desa Kembang Jajar, Desa Kali Deras, Desa Sumber Deras dan Desa Surya Adi);  2 desa dari Kecamatan Mesuji Raya (Desa Sumber Baru dan Desa Sedyo Mulyo); 2 desa di Mesuji Makmur (Desa Surya Karta dan Desa Catur Tunggal); kemudian Desa Lubuk Siberuk Kec. Lempuing Jaya, Desa Mekar Jaya. Kec Lempuing, serta Desa Suka Pulih Kec. Pedamaran.

Pada kesempatan itu juga Dandim Kabuputen OKI, Ketua TP-PKK Kabupaten OKI, Kapolres Kab OKI dan Muspika setempat. Bapak Dandim dalam sambutannnya menyampaikan sinerginitas program dari TNI yaitu program gerakan 5000 ribu jamban untuk kabupaten OKI maka dari itu "kami perlu kerja sama yang baik dengan Dinas Kesehatan dan jajarannya untuk merealisasikan kegiatan tersebut, " ujar beliau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nurainy Apt, M.Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Kabapaten OKI H.M Lubis M.Kes meyampaikan bahwa:

  • dampak dari kebiasaan BABS di masyarakat mengakibatkan tingginya penyakit menular berbasis lingkungan seperti diare dan penyakit lainnnya;
  • lewat program ini masyarakat akan membangun jamban sendiri, ini dimaksudkan untuk terus menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan guna mencapai hidup sehat;
  • kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan adanya perubahan perilaku di masyarakat, melalui metode pemicuan dengan menekankan bagaimana masyarakat bisa berubah dengan kesadaran sendiri, dan tidak BAB di sembarang tempat lagi; sedemikian rupa sehingga pada akhirnya masyarakat mampu membuat jamban di rumah mereka masing-masing.

Pada kesempatan tersebut Bapak Bupati menyerahkan penghargaan berupa Piagam penghargaan dan sekaligus menandatangani prasasti Deklarasi SBS disaksikan ratusan masyarakat yang hadir dan berharap pada pengelola program Pamsimas agar desa yang berprestasi ini untuk diproiritaskan mendapat Hibah Insentif Desa (HID) tahun 2015 dan kedepannya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut juga hadir  rombongan dari Perwakilan dari STBM Pusat dan Provinsi , PPMU Provinsi, dan ROMS. <AP/AR>

Ditulis oleh Antoni Masbiran (Korprov STBM Sumsel)

Comments