Ngebut ala Bantul Supaya unggul SBS 100% Sebelum 2019

bantul5Bantul (24/7) – Pada Jumat pagi ini sudah terlihat kesibukan yang cukup berarti di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta. Tenda yang berwarna biru telah kokoh terpasang di halaman dan para penjaga keamanan juga para panitia begitu sibuk mempersiapkan segala sesuatu hal demi kelancaran acara. Para undangan pun satu persatu mulai terlihat memenuhi kursi tamu yang sudah disediakan panitia.

Hari ini pemerintah daerah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul bermaksud menyelenggarakan Pertemuan Kader Kesehatan, Pengukuhan Forum Desa Siaga Sehat dan Deklarasi Stop BABS. Acara ini dihadiri oleh Bupati Bantul Ibu Hj. Sri Surya Widati, Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen P2PL Kementerian Kesehatan RI Bapak dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, Kepala Subdit PASD Ditjen P2PL Kementerian Kesehatan RI Bapak F. Eko Saputro, SKM, M.Kes, Kepala Bidang P2PL Dinkes Provinsi DI Yogyakarta Bapak drg. Daryanto Chadori, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Ibu Drg. Maya Sintowati P. MM, Asisten Administrasi Umum Kab. Bantul, Koordinator Provinsi STBM DI Yogyakarta Bapak Drs. Nanang Besmato M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantul, Camat se-Kabupaten Bantul, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bantul, Lurah/Kepala Desa se-Kabupaten Bantul, Ketua Forum Kabupaten Sehat, Kader-kader kesehatan dan masih banyak lagi. Tak ayal saking banyaknya tamu undangan yang hadir kursi yang disediakan panitia pun penuh di lokasi acara.

bantul1

Acara dimulai sekitar pukul 08.30 dan dibuka dengan suguhan motivasi dari Bapak H.D. Irianto seorang trainer dan juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. "Kita bukan manusia sembarangan, maka jangan buang air besar sembarangan yaaa", terdengar salah satu kalimat sederhana yang diucapkan oleh sang motivator, namun kalimat itu begitu dalam maknanya dan dapat menggugah para peserta yang hadir.

Kabupaten Bantul begitu semangat dan terlihat ‘ngebut’ dalam mewujudkan cita-cita menjadi Kabupaten yang 100% Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada tahun 2019. Terbukti dengan hasil yang telah dicapai oleh Kabupaten Bantul yang pada Juli 2015 ini, kini telah 46 Desa/Kelurahan yang telah terverifikasi sebagai Desa/Kelurahan Stop BABS dari total 75 desa/kelurahan se-Kabupaten Bantul. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Fajar Aji Nugroho S.KM Fasilitator STBM Kabupaten Bantul yang ditemui di sela-sela acara, "Pada awal tahun 2015, jumlah desa SBS / ODF yang telah melaksanakan deklarasi di Kab Bantul telah mencapai 34 desa, dari total 75 desa di Bantul. Namun dari ke 34 desa tersebut, 17 desa  (50%) diantaranya belum melakukan updating data via sms. Atas dasar itulah, kemudian Faskab memberikan saran kepada Pengendali Teknis STBM agar mendorong sanitarian untuk segera melakukan updating data via sms serta melakukan coaching kepada sanitarian yang lupa / tidak lancar dengan proses update via sms. Setelah menyesuaikan data di website dan kondisi di lapangan, langkah selanjutnya yang diambil oleh Faskab adalah melaksanakan telaah data guna mengklasifikasikan desa – desa yang belum Stop BABS / ODF".

Dan dari pantauan tim sekretariat STBM melalui website STBM, Bantul kini menduduki peringkat ke-2 se-provinsi DI Yogyakarta dalam capaian laporan kemajuan ODF (Open Defecation Free). Dalam sambutannya Bapak dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO selaku Direktur Penyehatan Lingkungan Dirtjen P2PL Kementerian Kesehatan RI menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Kabupaten Bantul, "saya mengharapkan untuk Kabupaten Bantul mencapai 100% penduduk dapat mengakses sanitasi layak dan menjadi Kabupaten yang 100% Stop BABS pada 2017, tidak usah menunggu 2019". Hal itu langsung disambut kata Amin yang panjang oleh para undangan.

Untuk mencapai prestasi ini tentunya pemerintah Kabupaten Bantul dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tidak sendirian, perlu kerjasama dengan beberapa pihak untuk mendampingi masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang Stop BABS seperti dinas terkait, kader kesehatan, pelaku STBM dan pihak lainnya. Dalam pidatonya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan bahwa Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam pembangunan dan perbaikan sarana sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat oleh Dinas Kabupaten Bantul dari tahun 2010-2015 diantaranya :

  1. pembangunan 104 IPAL komunal, masing-masing dengan kapasitas 70-200 KK,
  2. pembangunan 2.870 saluran rumah pembuangan limbah rumah tangga ke IPAL Terpusat di Sewon,
  3. pembangunan dan perbaikan sarana pengelolaan air bersih pedesaan masyarakat dan pembentukan  pengelola air minum dan sanitasi masyarakat Yogyakarta (PAMMASKARTA) yang beranggotakan 180 kelompok,
  4. pembangunan 5.000 jamban sehat dan stimulan 3.587 jamban sehat,
  5. pembentukan dan pembinaan posyandu,
  6. penyelenggaraan Program DB4MK,
  7. pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di 75 desa dan deklarasi 46 desa Stop BABS.

bantul2

Pada acara Deklarasi kali ini pembacaan naskah deklarasi dipimpin oleh Camat Banguntapan Bapak Jati Bayubroto SH. Mhum dan diikuti oleh 14 (empat belas) desa yang akan menyatakan diri sebagai desa stop BABS, diantaranya :

  1. Desa Trimurti Kecamatan Srandakan
  2. Desa Parangtritis Kecamatan Kretek
  3. Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan
  4. Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro
  5. Desa Singosaren Kecamatan Banguntapan
  6. Desa Wirokerten Kecamatan Banguntapan
  7. Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan
  8. Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon
  9. Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon
  10. Desa Bangunharjo Kecamatan Sewon
  11. Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon
  12. Desa Terong Kecamatan Dlingo
  13. Desa Bantul Kecamatan Bantul
  14. Desa Ringinharjo Kecamatan Bantul

bantul3

Pada kesempatan itu pula dilaksanakan pemberian piagam penghargaan kepada Juara lomba Rukun Tetangga (RT) berprestasi tingkat Kabupaten Bantul, Posyandu terbaik, desa siaga aktif, pelaksana terbaik LBS, Pelaksana terbaik PHBS, Forum Komunikasi Kabupaten Sehat dan PPTI Kab. Bantul yang diberikan dari pemerintah daerah kabupaten Bantul. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bantul Ibu Hj. Sri Surya Widati kepada para pemenang penghargaan. (by : AH/KM Sekr.STBM)

bantul4

Comments